Ritual Tradisi Keboan Aliyan Tetap Digelar di Tengah Pandemi COVID-19

Ardian Fanani - detikNews
Minggu, 23 Agu 2020 16:25 WIB
Di Tengah Pandemi, Ritual Tradisi Keboan Aliyan Tetap Digelar
Tradisi di Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi -

Di tengah pandemi COVID-19, warga Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi menggelar tradisi Keboan. Dalam tradisi ini, puluhan warga kerasukan layaknya kerbau yang membajak sawah. Tradisi ini pun digelar secara sederhana dengan menjaga protokol kesehatan dan tidak untuk umum.

Keboan adalah adat tradisi yang terus dilestarikan oleh warga Desa Aliyan atas wujud syukur petani pasca panen. Harapannya, agar pada saat musim tanam nanti, sawah para petani bisa subur dan panen yang melimpah.

"Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, ritual 'Keboan Aliyan' digelar secara sederhana, mengingat pada saat ini seluruh dunia masih digoncang pandemi COVID-19. Bahkan, ritual ini tidak dibuka untuk umum untuk tahun ini," ujar Kepala Desa Aliyan, Anton Sujarwo kepada wartawan, Minggu (23/8/2020).

"Tradisi ini tetap kami gelar saat pandemi COVID-19 meskipun sederhana, karena masyarakat kami masih menghormati leluhur," tambahnya.

Anton menjelaskan, ritual Keboan Aliyan digelar setiap bulan suro atau Muharram. Tradisi ini juga disebut dengan bersih desa. Saat acara mulai digelar, para warga yang kebanyakan petani pun berubah kesurupan bertingkah layaknya Keboan (kerbau jadi-jadian).

"Inilah adat desa Aliyan yang tidak dapat direkayasa," ucap Anton yang juga Ketua Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi (Askab) ini.