Sosiolog Minta Pemkot Surabaya Lebih Arif dalam Gelar Pertunjukan Saat Pandemi

Amir Baihaqi - detikNews
Jumat, 21 Agu 2020 18:03 WIB
Warga di Alun-alun Suroboyo
Pertunjukan seni di Alun-alun Suroboyo (Foto: Deny Prastyo Utomo/detikcom)
Surabaya -

Pemkot Surabaya menyebut pertunjukan seni di Alun-alun Suroboyo tidak melanggar Perwali No 33 tentang tatanan new normal. Dalam Perwali Surabaya itu disebutkan jika masih banyak tempat-tempat dibatasi untuk beraktivitas. Meski dibatasi di area Alun-alun Suroboyo, dampaknya warga berkerumun di sekitar pedestrian tanpa mengindahkan physical distancing.

Sosiolog Unair Bagong Suyanto menyebut kasus pertunjukan seni di Alun-alun Suroboyo bukan soal pelanggaran atau tidak perwali. Namun dia menyarankan agar Pemkot Surabaya lebih arif agar tidak menimbulkan tafsir ketidakadilan.

"Saya memahami itu bukan kasus hukum ya. Melanggar atau tidak. Ini kan situasi darurat (Pandemi COVID-19) dan semuanya bisa ditafsirkan, tergantung kepentingannya," kata Bagong kepada detikcom saat dikonfirmasi, Jumat (21/8/2020).

"Mungkin itu butuh kearifan pemkot untuk tidak menjadi penstimulasi kegiatan-kegiatan yang mengundang kerumunan. Karena kan efeknya juga ada. Jangan sampai pemkot boleh, tapi kalau masyarakat tidak boleh. Itu kan bisa menimbulkan tafsir yang tidak adil," jelasnya.

Menurut Bagong, ramainya warga yang memenuhi Alun-alun Suroboyo dinilai sebagai euforia karena adanya pembatasan sosial selama pandemi COVID-19 ini. Untuk itu kedatangan warga untuk melihat dan menimbulkan kerumunan memang tidak bisa dicegah.

Tonton video 'Kasus Corona di RI Tambah 2.197, Total Capai 149.408':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2