Komisi A DPRD Sebut Pemkot Larang Warga Tirakat Tapi Buka Alun-alun Suroboyo

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Jumat, 21 Agu 2020 16:34 WIB
Warga di Alun-alun Suroboyo
Ratusan pengunjung Alun-alun Suroboyo memenuhi pedestrian/Foto: Deny Prastyo Utomo
Surabaya -

Ratusan warga berkerumun di pedestrian Alun-alun Suroboyo pada Kamis (20/8) malam. Mereka tidak bisa masuk ke area pertunjukan seni karena sudah penuh.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Surabaya Arif Fathoni menilai, potret tersebut sungguh ironi. Sebab seminggu sebelumnya, Pemkot Surabaya telah mengeluarkan edaran mengimbau warga untuk tidak menggelar malam tirakat serta perlombaan HUT RI, untuk menekan penyebaran COVID-19.

"Ini tentu ironi, karena seminggu sebelumnya Pemkot melarang warga untuk menggelar malam tirakatan, dalam rangka proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Acara tirakatan jauh lebih sakral dibandingkan peresmian alun-alun yang tampaknya seperti sebuah taman," kata Arif Fathoni saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (21/8/2020).

Arif menambahkan, warga sudah mulai mematuhi segala anjuran pemkot sesuai dengan yang diamanatkan dalam Perwali No 33. Namun di saat kesadaran warga meningkat, pemkot malah memberi suri tauladan yang kurang baik soal menggelar acara yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

"Kalau hanya sekedar mengejar legacy sebelum lengser, apa tidak sebaiknya dilakukan pada akhir tahun 2020, di saat banyak pakar memprediksi virus COVID-19 melandai," ujar Arif.

Menurutnya, kalaupun pemkot ingin memberikan hiburan kepada masyarakat Surabaya yang sudah mengalami kebosanan, protokol kesehatan harus dipersiapkan secara matang. "Mestinya Pemkot dengan segala kekuatan APBD yang dimiliki bisa melakukannya dengan mempersiapkan dengan matang agar protokol kesehatan masih tetap terpatuhi," lanjut Arif.

Sebelum membuka dan mengelar pagelaran seni di Alun-alun Suroboyo, ia berharap pemkot meminta saran dari pakar epidomologi.

Tonton video 'Kasus Corona di RI Tambah 2.197, Total Capai 149.408':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2