Polisi Akan Panggil Warga Cium Jenazah COVID-19 di Kota Malang

Muhammad Aminudin - detikNews
Selasa, 18 Agu 2020 17:16 WIB
Kapolresta Malang Kombespol Leonardus Simarmata
Kapolresta Malang Kombespol Leonardus Simarmata (Foto: Muhammad Aminudin/detikcom)
Malang -

Polisi akan memanggil warga yang terekam hendak merebut jenazah COVID-19 di rumah sakit tentara (RST) Soepraoen, Kota Malang, beberapa waktu lalu. Polisi juga memperingatkan agar peristiwa tersebut tidak kembali terulang. Jika tak ingin diberikan sanksi pidana berupa kurungan penjara selama 1 tahun.

"Kami peringatkan, jangan ada lagi. Nanti akan bisa dikenakan sanksi pidana hukuman penjara selama satu tahun," ujar Kapolresta Malang Leonardus Simarmata kepada wartawan di Mapolresta Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kota Malang, Selasa (18/8/2020).

Leonardus menambahkan, bagi warga yang terekam mencoba hendak merebut jenazah pasien pria berinisial BB (58), tersebut akan dilakukan pemeriksaan.

"Kepada yang bersangkutan akan lakukan proses hukum. Tentunya dengan mengedepankan preventif dan humanis. Juga akan dilakukan tracing kepada siapapun yang berada di lokasi, kata mantan Wakapolrestabes Surabaya ini.

Menurut Leonardus, pihaknya tidak akan mentoleransi jika ada upaya paksa merebut jenazah COVID-19 atau menghalangi penanganan COVID-19 di wilayah hukum Polresta Malang Kota.

Meskipun, lanjut dia, sampai hari ini tindakan yang mengarah kepada perebutan atau pengambilan paksa jenazah belum pernah terjadi di Kota Malang.

Ini video 'Heboh Warga Kota Malang Cium Jenazah Probable Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]