Risma Akan Jadikan Rumah Kelahiran Bung Karno Jadi Museum

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 18 Agu 2020 10:17 WIB
Risma Akan Jadikan Rumah Kelahiran Bung Karno di Jalan Peneleh Gang Pandean IV No 4 Jadi Museum
Wali Kota Risma di rumah Bung Karno (Foto: Istimewa/detikcom)
Surabaya -

Rumah kelahiran Presiden Soekarno atau yang akrab disapa Bung Karno di Jalan Peneleh Gang Pandean IV No 40, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, diserahkan ke Pemkot Surabaya oleh ahli waris. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pun menerima penyerahan itu tepat saat HUT RI ke-75 dan akan menjadikan sebagai museum.

"Terimakasih para ahli waris yang sudah sudi dan berkenan merelakan rumah kebanggaan kami, ini simbol kebanggaan kami. Nanti rumah ini akan kita jadikan museum, apalagi di kawasan ini banyak sejarahnya dan sudah kita beri titik-titik, seperti langgar (Langgar Dukur Kayu di Kampung Lawang Seketeng), makam (Makam Mbah Pitono) dan beberapa benda lainnya," kata Risma dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Selasa (17/8/2020).

Menurutnya, rumah kelahiran sang proklamator ini memiliki arti yang sangat besar dan kuat bagi anak-anak. Nantinya, rumah itu bisa menjadi tempat belajar bagi anak-anak, bahkan dari luar Surabaya bisa memanfaatkannya.

"Saya yakin anak-anak dari luar daerah juga akan belajar ke sini, terutama belajar bagaimana besarnya Bung Karno di tengah keterbatasannya kala itu," ujarnya.

Risma Akan Jadikan Rumah Kelahiran Bung Karno di Jalan Peneleh Gang Pandean IV No 4 Jadi MuseumAhli waris serahkan rumah lahir Bung Karno ke Pemkot Surabaya/Foto: Istimewa

Karena akan dijadikan museum, Pemkot Surabaya telah memperbaiki beberapa infrastruktur sejak beberapa waktu lalu, termasuk pedestrian di kawasan tersebut. Benda bersejarah lainnya juga telah diperbaiki, sebab nantinya akan dijadikan kawasan wisata.

"Saya harap warga Peneleh bersiap diri menyambut itu. Sebab, dia sangat yakin bahwa suatu saat nanti wilayah itu akan bisa menjadi kawasan wisata yang sangat besar, karena ada rumah H.O.S Tjokroaminoto dan ada beberapa peninggalan sejarah lainnya," ucapnya.

Risma juga mengaku, jika dirinya sampai bermimpi untuk menjadikan kawasan itu sebagai kawasan bersejarah. Di mimpinya, dia terpikirkan pula alur wisatanya harus dimulai dari mana dan berakhir di tempat mana.

"Nah, warga di sini saya harap tetap kompak dan bersatu untuk menyambut peluang ini. Jadi, setelah kami perbaiki infrastrukturnya sejak kemarinnya, lalu selanjutnya kami mungkin akan menyiapkan warga supaya siap jadi guide atau bahkan bisa menjual souvenir, sehingga peluang itu tidak diambil oleh warga luar," pungkasnya.

(fat/fat)