Cerita Kaum Difabel di Blitar Saat Jadi Petugas Upacara HUT RI

Erliana Riady - detikNews
Senin, 17 Agu 2020 15:20 WIB
upacara para difabel
Foto: Erliana Riady

Dengan instingnya, Agus kemudian meraih tali untuk mengerek bendera merah putih yang diserahkan Raisa kepada Ahmad untuk dikaitkan pada tali pengerek bendera. Begitu terdengar aba-aba pengibaran Sang Saka Merah Putih, Agus perlahan-lahan menarik talinya.

Sedangkan para peserta upacara, sambil bersikap menghormat pada bendera, mereka juga ikut menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Terdengar jauh dari sempurna, namun mereka tetap berusaha mengikuti lagu yang dinyanyikan oleh para relawan lainnya.

"Semua warga negara Indonesia punya kewajiban sama dalam mengenang jasa pahlawan pendiri bangsa. Begitu juga kami para penyandang disabilitas ini. Semampu kami, kami juga harus ikut memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ini," kata Agus kepada detikcom, Senin (17/8/2020).

Pendiri Yayasan Kinasih, Edy Cahyono mengatakan, merupakan kewajiban semua warga negara Indonesia memperingati dan mengisi kemerdekaan ini. Jika selama ini, kaum disabilitas bisa memproduksi batik ciprat, bisa mandiri secara ekonomi. Maka untuk memperingati HUT ke-75 RI pun mereka tidak mau menjadi warga nomor dua.

"Kaum disabilitas ini juga manusia. Mereka juga warga yang merdeka secara ekonomi. Jadi tidak ada warga negara nomor satu, apalagi nomor dua dalam perayaan HUT ke-75 RI. Semua sama, semua bisa mengisi kemerdekaan ini untuk kemajuan bangsa," pungkasnya.

Rayakan kemerdekaan, tonton tayangan livestreaming Semangat Satu Indonesia di detik.com/semangatsatuindonesia

Halaman

(iwd/iwd)