Cerita Kaum Difabel di Blitar Saat Jadi Petugas Upacara HUT RI

Erliana Riady - detikNews
Senin, 17 Agu 2020 15:20 WIB
upacara para difabel
Foto: Erliana Riady
Blitar -

Tiga penyandang disabilitas di Blitar menjadi petugas pengibar bendera. Walaupun jauh dari sempurna, namun mereka tak ingin menjadi warga negara nomor dua dalam merayakan HUT ke-75 RI.

Ketiga penyandang disabilitas ini adalah pembawa bendera seorang tuna wicara bernama Raisa. Dan di kanan didampingi seorang tuna grahita bernama Ahmad Amirul dan sebelah kiri seorang tuna netra bernama Agus. Mereka bertugas menjadi petugas pengibar bendera dalam upacara peringatan HUT ke-75 RI di Yayasan Kinasih Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar.

Karena yayasan ini memang menaungi kaum difabel, maka peserta upacara juga kaum disabilitas. Mereka semua memakai selempang selendang batik ciprat, hasil kreasi mereka sendiri. Dengan sikap berdiri tegak, mereka tampak disiplin melaksanakan upacara yang dilaksanakan agak siang ini.

Pembacaan Pancasila juga dipimpin seorang penyandang tuna grahita. Dengan lafal yang tidak begitu jelas, namun mampu secara runtut hapal dan lancar mengucapkan dan diikuti penyandang disabilitas lain sebagai peserta upacara.

Ketika petugas pengibar bendera menjalankan tugasnya, nampak Agus penyandang tunanetra harus mendapat bimbingan salah satu relawan disana. Agus mendapat aba-aba kapan berhenti melangkah, lalu menghadap kiri untuk menuju ke tiang bendera.

Selanjutnya
Halaman
1 2