Dampak Pandemi, Petani di Pasuruan Sulap Kebun Jadi Wisata Petik Buah

Muhajir Arifin - detikNews
Senin, 17 Agu 2020 11:29 WIB
wisata petik buah di pasuruan
Pengunjung memakan buah yang dipetik langsung di wisata petik buah (Foto: Muhajir Arifin)
Pasuruan - Sejumlah petani di Desa Blarang, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, mengubah kebunnya menjadi wisata petik buah. Di wisata ini, pengunjung bisa menikmati buah apel dan jeruk segar langsung dari pohon.

Salah satu pemilik kebun apel dan jeruk, Jamaludin, mengatakan ide mengubah kebun menjadi wisata karena dampak pandemi COVID-19. Selain permintaan menurun, beberapa bulan terakhir petani mengalami kesulitan mendistribusikan hasil panen karena pembatasan mobilitas di sejumlah daerah.

"Awalnya memang karena sepi dan susah kirim barang. Ada yang mengusulkan dijadikan wisata petik buah. Akhirnya dibuat wisata petik buah," kata Jamaludin, Senin (17/8/2020).

wisata petik buah di pasuruanFoto: Muhajir Arifin

Jamaludin mengatakan, sejumlah petani di desanya juga mengubah kebun menjadi wisata petik buah. Mereka menggandeng Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk pendampingan dan promosi.

"Dipromosikan Pokdarwis lewat media sosial. Semoga bisa dikenal dan selalu ramai. Kalau ramai bisa lebih untung karena tidak usah kirim. Pembeli yang datang," ungkap Jamaludin.

Wisata petik buah di Desa Blarang kini mulai dikenal. Sejumlah pengunjung kawasan agrowisata Nongkojajar maupun wisatawan penyangga Bromo lainnya, mampir ke wisata ini.

"Senang bisa jalan-jalan di kebun, memetik dan makan buah langsung dari pohon," kata Eka Firnanda, salah seorang pengunjung.

Pengujung juga bisa membeli untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Apel jenis Rome Beauty dihargai Rp 30 ribu/kg, sedangkan jeruk Batu 55 Rp 15 ribu/kg.

"Rasanya manis. Segar karena langsung petik pohon," pungkas Eka. (iwd/iwd)