Petani Buka Wisata Petik Jeruk untuk Siasati Harga yang Anjlok

Charolin Pebrianti - detikNews
Jumat, 09 Agu 2019 11:33 WIB
Petani membuka wisata petik jeruk. (Foto: Charolin Pebrianti)
Ponorogo - Saat musim panen, harga jeruk hanya Rp 5.000 per kilogram. Menyiasati permasalahan ini, petani jeruk di Desa Duri, Kecamatan Slahung, Ponorogo, berinisiatif membuka agrowisata petik jeruk.

Dengan tiket Rp 10 ribu per orang, pengunjung di dalam kebun bisa makan jeruk sepuasnya. Jika ingin membawa buah jeruk pulang, pengunjung dikenai hargai Rp 7.000 per kilogram.

"Ini pertama kali kami lakukan. Soalnya harga jeruk merosot," tutur salah satu petani Suparto kepada detikcom saat dimintai konfirmasi, Jumat (9/8/2019).

Suparto menjelaskan di kebunnya ada 250 batang pohon jeruk yang tengah berbuah. Total ada 4 kuintal jeruk yang bisa dipanen di lahan ini. Pengunjung bebas memetik jeruk yang ingin dicicipi.

Meski kebun baru dibuka 2 minggu terakhir, antusiasme pengunjung lumayan bagus. Dalam sehari tak kurang 30 pengunjung datang ke kebun ini.


"Sensasinya beda kalau makan jeruk hasil petikan sendiri," terang dia.

Dengan sistem agrowisata, menurut Suparto, dia bisa meraup keuntungan. Biaya perawatan jeruk pun tertutupi. "Kalau dipanen tengkulak, pasti rugi. Kalau dibuka untuk agrowisata, hasilnya lumayan," kata dia.

Sementara itu, salah satu pengunjung, Miftania, mengatakan baru pertama kali mendatangi lokasi agrowisata petik jeruk di Bumi Reog. Bersama empat orang anggota keluarganya, dia pun antusias memetik jeruk sendiri untuk dibawa pulang.

"Iya, sekaligus mengajak anak-anak untuk wisata edukasi juga," pungkasnya. (fat/fat)