Mentan Sebut Bertani Sebagai Salah Satu Cara Terbebas dari COVID-19

Erliana Riady - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 19:07 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menanam jagung di Alas Maliran, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Mentan berpesan, jika ingin bebas sari penularan COVID-19, maka bertanilah.
Mentan Syahrul Yasin Limpo (kiri) menanam jagung di Alas Maliran, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar/Foto: Erliana Riady
Blitar -

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menanam jagung di Alas Maliran, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Mentan berpesan, jika ingin bebas sari penularan COVID-19, maka bertanilah.

Menurut Syahrul, bertani membuat badan dan jiwa sehat. Terlebih saat bertani akan terkena paparan sinar matahari yang disebut mampu mematikan virus Corona. Kemudian berinteraksi dengan tanaman, melihat hijaunya tanaman membuat hati bahagia.

"Jika ingin terbebas dari Corona, bertanilah. Sinar matahari membuat mu sehat dan mampu mematikan virus Corona. Melihat hijaunya tanaman membuat mu bahagia," kata Syahrul dalam sambutannya, Kamis (13/8/2020).

Selain terbebas dari COVID-19, lanjut dia, swasembada hasil pertanian juga membuat Indonesia mampu bertahan selama pandemi. Bahkan Indonesia masih aman dari ancaman resesi.

"Pandemi membuat semua negara mikir diri mereka sendiri. Kalau selama ini kita banyak impor produk pertanian dari luar negeri. Maka ketika pandemi, saatnya kita mandiri kebutuhan produk pangan," imbuhnya.

Bahkan, jika semakin banyak warga negara Indonesia mau bertani, maka kapasitas produk pertanian akan bertambah. Dengan demikian, ekspor produk pertanian bisa ditingkatkan.

"Inilah era kita. Tidak ada masalah dengan COVID-19. Justru inilah saatnya kita tunjukkan jati diri bangsa kita sebagai bangsa bertani. Jangan beralasan gak punya sawah. Ada halaman, ada bagian tanah sedikit yang bisa kita tanami. Pertanian itu dibutuhkan di mana saja. Di Indonesia, di seluruh dunia," pungkasnya.

(sun/bdh)