Bantu Anak Nelayan Belajar Daring, Polisi Banyuwangi Bawa Motor Ber-Wifi

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 11:21 WIB
Bantu Anak Nelayan Banyuwangi Belajar Daring, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Bawa Motor Ber-Wifi
Polisi bantu anak nelayan belajar daring dengan motor wifi (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi -

Untuk membantu siswa belajar daring, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Banyuwangi membantu pengadaan wifi dan perangkat handphone untuk anak nelayan. Proses belajar daring pun dilakukan di pinggir Pantai. Anak-anak belajar dengan seksama, dibantu oleh dua petugas polisi dan TNI tersebut.

Adalah Bhabinkamtibmas Aiptu Suyono dan Babinsa Serka I Gede Sadru, berkeliling mencari siswa dengan menggunakan motor yang dilengkapi Wifi, di Pantai Satelit, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Kamis (12/8/2020). Mereka kemudian bertemu dengan para siswa yang sedang belajar.

Kemudian, para siswa diajak bergabung untuk belajar daring di pinggir Pantai. Tentunya dengan protokol kesehatan dan melakukan physical distancing. Sedikitnya, ada sekitar 8 anak yang ikut dalam belajar bersama itu.

"Ayo dibuka HP-nya. Ini kita bawa modem dan Wifi gratis untuk semuanya. Pakai Wifi pak polisi dan pak TNI saja ya. Kuota di hemat buat belajar di rumah sendiri," ujar Bhabinkamtibmas Aiptu Suyono kepada para anak nelayan ini.

Sambil menunggu belajar, kedua petugas garda terdepan pengamanan desa ini ikut serta memberikan pemahaman tentang pelajaran bagi siswa itu. Sesekali mereka pun tertawa dengan tingkah lucu para siswa saat mengerjakan tugas daring.

"Ini juga merupakan program Bhabinkamtibmas Tangguh sesuai dengan arahan bapak kapolda. Kami setiap hari berkeliling untuk mencari siswa yang belajar daring. Tentu anak nelayan di sekitar pantai ini juga membutuhkan wifi. Sebagian ada yang terpaksa tak bisa belajar karena tak punya kuota," ujar Aiptu Suyono kepada detikcom.

Ditambahkan Babinsa Serka I Gede Sadru, kegiatan belajar daring terkadang terkendala sinyal. Maklum saja, di wilayah Kecamatan Muncar, sebagian merupakan blank spot. Namun, kata Sadru, sinyal terkuat ada di pinggir pantai.

"Paling kuat di sini. Selain itu, anak nelayan ini memang banyak yang berada di bawah garis kemiskinan. Jangankan untuk beli kuota, untuk beli makan saja mereka terkadang susah," tambahnya.