SMKN 6 Surabaya Gelar Simulasi Belajar Tatap Muka, Hasilnya?

Faiq Azmi - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 19:21 WIB
SMKN 6 Surabaya Gelar Simulasi Pembelajaran Tatap Muka
Simulasi belajar tatap muka (Foto: Faiq Azmi/detikcom)

"Jadi memang untuk protokol kesehatannya kita buat ketat. Meskipun simulasi siswa yang datang juga harus bawa surat pernyataan sehat dari orang tua tidak perlu ke rumah sakit dan puskesmas. Begitupun jika orang tua tidak berkenan anaknya masuk, ya kita ikutkan belajar daring," jelasnya.

Dia menjelaskan dalam belajar tatap muka nantinya, materi yang disampaikan akan berfokus pada teori dan pembelajaran adaptif-normatif. Pasalnya, pembelajaran tatap muka maksimal hanya tiga jam pelajaran.

"Ada pemampatan kompetensi dasar materi yang akan disampaikan. Kita sudah koordinasi dengan guru mata pelajaran, karena waktunya hanya 4 jam, maka ini tugasnya guru-guru untuk berkreasi dengan materi dan waktu yang diberikan terbatas," katanya.

Untuk pembelajaran materi produktif atau kejuruan, ditegaskan Bahrun, pihaknya menggunakan metode center of teacher. Yakni ketika praktikum, guru yang akan mempraktikkan. Sedangkan siswa menganalisanya. Untuk metode itu akan diterapkan di jurusan yang sistem prakteknya mandiri seperti kecantikan.

"Tapi untuk praktik yang dilakukan secara kelompok ini beda lagi. Maka siswa yang melakukan praktik sendiri. Jumlahnya tergantung tingkat kompleksitas praktik, minimal dua siswa. Tergantung peralatan praktiknya juga," imbuhnya.

Sementara untuk sesi pembelajaran, Bahrun mengaku akan membahas tersebut usai mengadakan evaluasi di hari terakhir. Jika memungkinkan, pihaknya akan membuat 2 sesi dalam sehari untuk 2.412 siswa di 76 ruang kelas yang disiapkan. Karena Surabaya berada di zona oranye, maka hanya diperkenankan mengisi setiap kelasnya sebesar 25 persen.

"Sisanya nanti daring. Jadi siswa yang datang di hari Senin tidak akan lagi ikut di hari berikutnya. Ini akan dilakukan bergiliran, paling tidak seminggu mereka akan melakukan tatap muka sekali. Setiap hari nanti guru-guru yang mengajar juga berbeda-beda. Kita juga akan melakukan sterilisasi ruangan jika memang memungkinkan penggunaan dua sesi," terangnya.

Selain persiapan teknis, pihak sekolah juga menyiapkan tim penegak disiplin dari tim gugus tugas COVID-19 sekolah yang berasal dari OSIS. Setidaknya ada 36 siswa yang terlibat dalam tim penegak disiplin ini. Tim tersebut akan membantu sekolah dalam disiplin protokol kesehatan untuk siswa.

Sebelumnya diketahui, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa telah menetapkan kegiatan belajar tatap muka di sekolah tingkat SMA/SMK. Untuk zona kuning, siswa yang masuk sebanyak 50 persen sedangkan zona oranye sebanyak 25 persen.

Halaman

(fat/fat)