Pemkot Malang Pastikan Pemulasaraan Jenazah COVID-19 Sesuai Syariat

Muhammad Aminudin - detikNews
Selasa, 11 Agu 2020 23:01 WIB
Pemkot Malang memastikan pemulasaran jenazah terindikasi COVID-19 sesuai syariat agama. Untuk memastikan itu, pemkot mengumpulkan seluruh tokoh agama agar nantinya bisa mensosialisasikan kepada masyarakat.
Sosialisasi pemulasaraan jenazah terindikasi COVID-19/Foto: Muhammad Aminudin
Malang -

Pemkot Malang memastikan pemulasaraan jenazah terindikasi COVID-19 sesuai syariat agama. Untuk memastikan itu, pemkot mengumpulkan seluruh tokoh agama agar nantinya bisa mensosialisasikan kepada masyarakat.

Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan, sudah menjadi keputusan jika pasien berstatus probable atau PDP akan dimakamkan sesuai protokol COVID-19. Hal itu, mencegah terjadi penularan virus, apabila pemulasaraan dilakukan tak sesuai protokol COVID-19.

Sutiaji membeberkan, kasus pertama COVID-19 di Kota Malang berasal dari pasien yang hasil swab-nya negatif. Namun, virus COVID-19 justru membuat anak beserta teman pasien yang meninggal dunia tersebut positif COVID-19.

"Sudah diputuskan bahwa PDP meninggal dunia akan dilakukan pemulasaraan jenazah sesuai protokol COVID-19, entah itu negatif atau positif. Kita belajar dari kasus pertama di Kota Malang, pasien yang meninggal hasil swab-nya negatif. Tetapi menulari anak serta temannya," beber Sutiaji dalam sosialisasi pemulasaraan jenazah terindikasi COVID-19 di Balai Kota Malang, Jalan Tugu, Senin (11/8/2020).

Sutiaji meminta para tokoh agama aktif menetralisir berita bohong atau isu yang beredar di masyarakat. Terkait penentuan status pasien yang diduga terpapar virus COVID-19.

"Di luar banyak berita atau kabar, tidak COVID-19 tetapi dinyatakan COVID-19 agar dapat uang. Saya tegaskan itu tidak benar. Penentuan terpapar virus berdasarkan pemeriksaan medis dan hasil lab," tegas Sutiaji.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3