Lima Warga Luka Jadi Korban Amukan Massa Perguruan Silat di Situbondo

Ghazali Dasuqi - detikNews
Senin, 10 Agu 2020 12:08 WIB
Aksi Perusakan Massa Perguruan Silat di Situbondo Berawal dari Keributan Soal Bendera
Toko dan rumah dirusak massa perguruan silat (Foto: Ghazali Dasuqi/detikcom)
Situbondo -

Ratusan massa sebuah perguruan silat di Situbondo melakukan aksi perusakan puluhan rumah di dua desa. Tak hanya rumah, sejumlah tempat usaha, 4 unit mobil, dan neonbox di kantor desa, juga ikut jadi sasaran. Aksi perusakan dini hari tadi ini, setelah terjadinya keributan soal bendera merah putih antara massa dan warga setempat.

"Kejadian (soal bendera) sore kemarin itu sudah kami proses. Cuma sepertinya ada yang memprovokasi sampai terjadi perusakan dini hari tadi," kata Kapolres Situbondo, AKBP Sugandi kepada detikcom di lokasi kejadian, Senin (10/8/2020).

Akibat keributan tersebut, lima warga setempat terluka akibat diserang dan dikeroyok massa perguruan silat. Kelima warga itu antara lain Suherno, warga Desa Kayu Putih, Kecamatan Panji. Pria 50 tahun ini menderita luka parah di bagian mata dan bibir, hingga harus dirujuk ke RSUD Situbondo.

Selain itu, Zainal Abidin (24). Pria yang juga warga Desa Kayu Putih Kecamatan Panji menderita luka di bagian wajah dan dilarikan ke puskesmas terdekat. Selain itu, Syaiful Rahman (25), warga Desa Trebungan Kecamatan Mangaran yang mengalami memar di bagian dahi; Amin Helmi (33), juga warga Desa Trebungan, menderita memar di kepala dan lecet telinga kiri.

Satu lagi, Abdul Marik (32), warga Desa Kayu Putih Kecamatan Panji. Pria ini mengalami sejumlah luka memar di tubuhnya. Kelimanya diserang setelah Zainal Abidin berusaha menegur salah satu anggota massa, yang hendak mengambil bendera merah putih. Bukannya meminta maaf, mereka malah menyerang Zainal. Keempat warga yang berusaha membantu Zainal, juga tak luput dari serangan mereka, hingga terluka.

(fat/fat)