Penambahan Kasus COVID-19 di Jatim Turun, Warga Diajak Tetap Disiplin

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Sabtu, 08 Agu 2020 18:52 WIB
Tren penambahan kasus COVID-19 di Jawa Timur disebut mulai menurun. Kendati demikian, warga tetap diminta mematuhi protokol pencegahan COVID-19 agar penularan terus menurun.
Jumpa pers Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim/Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya -

Tren penambahan kasus COVID-19 di Jawa Timur disebut mulai menurun. Kendati demikian, warga tetap diminta mematuhi protokol pencegahan COVID-19 agar penularan terus menurun.

"Kalau kita lihat ini data mingguan case-nya turun, penambahan kasusnya sudah tidak seperti dulu yang naik. Mari kita tetap menegakkan protokol kesehatan," ujar Ketua Satgas Kuratif Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (8/8/2020).

Joni mengatakan, penurunan ini merupakan buah dari kerja keras masyarakat dalam mematuhi protokol pencegahan COVID-19. Joni juga menyebut, baik di RS rujukan hingga di RS lapangan, pasien yang masuk juga mulai menurun.

"Di rumah sakit maupun RS lapangan, itu case-nya turun, pasien yang masuk yang kita rawat turun. Kita berdoa semoga masyarakat tetap disiplin memakai masker sehingga terus turun. Kalau ini dua minggu turun, bisa lekas turun sehingga nanti bisa flat," imbuhnya.

Tak hanya itu, Joni menyebut penurunan kasus ini sudah mulai terlihat sejak Juli. Hal ini memperlihatkan jika pihaknya telah menemui metode mengendalikan COVID-19.

"Ini membuktikan bahwa sebetulnya kita sudah menemukan metode bagaimana mengendalikan Coronavirus, tapi belum waktunya kita melepas masker di luar, masih waktunya kita social distancing, physical distancing. Masih waktunya kita cuci tangan terus dan membawa hand sanitizer. Karena memang sebetulnya kuman itu sering menempel," paparnya.

Tonton juga 'Kasus dan Angka Kematian Covid-19 di Jatim Tertinggi':

[Gambas:Video 20detik]

Di kesempatan yang sama, Joni mengatakan jika tingkat kesembuhan di Jatim tercatat paling tinggi se-Indonesia. Tercatat pada data terakhir hingga Jumat (7/8) ada 17.221 atau 70,31 persen pasien positif COVID-19 di Jatim yang sembuh.

Sementara itu, jumlah pasien yang dirawat kini tinggal 5.438 orang atau 22,2 persen dari angka kumulatif-nya yang mencapai 24.493 orang. Sedangkan yang meninggal ada 1.834 atau 7,49 persen.

(sun/bdh)