Ibu di Jombang Melahirkan Sendiri hingga Bayi Meninggal, Suami Tuntut Keadilan

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 07 Agu 2020 17:35 WIB
Seorang ibu melahirkan sendiri di Rumah Sakit Pelengkap Medical Center (RS PMC) Jombang hingga bayinya meninggal. Sang suami pun menuntut keadilan.
Suami ibu yang melahirkan sendiri di Rumah Sakit Pelengkap Medical Center (RS PMC) Jombang/Foto: Enggran Eko Budianto
Jombang -

Seorang ibu melahirkan sendiri di Rumah Sakit Pelengkap Medical Center (RS PMC) Jombang hingga bayinya meninggal. Sang suami pun menuntut keadilan.

Ibu itu berinisial DR (27). Ia melahirkan sendiri bayinya di ruangan Darusallam RS PMC pada Selasa (4/8) sekitar pukul 04.30 WIB. Dia diisolasi di ruangan itu karena reaktif saat menjalani rapid test di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit tersebut. DR tiba di IGD sekitar pukul 01.30 WIB.

Selama proses melahirkan, DR hanya ditemani ibu kandungnya, AL (63). Dia melahirkan anak keduanya itu tanpa dibantu petugas medis RS PMC. Baru sekitar 30 menit kemudian, atau sekitar pukul 05.00 WIB, petugas medis datang melakukan penanganan. Saat itu bayi perempuan DR dinyatakan meninggal dunia.

Suami DR, BK (29) saat itu sedang di rumah. Dia pulang setelah mengantarkan istrinya ke RS PMC menggunakan mobil ambulans desa. Pria warga Desa Gedangan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang ini baru kembali ke rumah sakit setelah dikabari mertuanya, kalau buah hatinya lahir tanpa bisa menangis.

"Waktu saya datang, kondisinya masih segar, masih merah, kok dibilang mati di dalam (kandungan) bagaimana? Kalau mati kan kondisinya biru. Saat itu bayi saya masih segar, kalau dibilang mati di dalam saya tidak terima," kata BK kepada wartawan di rumahnya, Jumat (7/8/2020).

Tahu buah hatinya meninggal dunia, BK pun naik pitam. Dia langsung mendatangi petugas medis di IGD RS PMC. Saat itu, dia mempertanyakan kinerja petugas medis rumah sakit swasta tersebut yang menurutnya tidak profesional.

"Saya bilang ke perawatnya, Mbak, saya kan sudah bilang, ini air ketubannya kok warnanya kuning cokelat, kok agak keruh. Anda (perawat) bilang, iya Pak sudah biasa. Padahal bidan yang menangani bilang, kalau air ketubannya keluar bening itu normal. Kalau keruh berarti ada indikasi masalah. Alasan dia saat masuk (IGD) masih pembukaan satu. Dia minta maaf. Ini masalah nyawa, bisa sampean ganti nyawa anak saya," kata BK sambil menirukan kalimat yang dia ucapkan kepada perawat RS PMC.

BK juga mempertanyakan kinerja dokter IGD RS PMC yang saat itu bertugas. Dia menilai oknum dokter tersebut telah mengabaikan kondisi istrinya.

Tonton video 'Kisah Wanita di Tasikmalaya Mendadak Hamil 1 Jam Lalu Melahirkan':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2
Debat Capres AS