Kerangka Manusia di Hutan Baluran yang Terbakar Disebut Bukan Orang Gila

Ghazali Dasuqi - detikNews
Jumat, 07 Agu 2020 12:45 WIB
Penemuan Kerangka Manusia di hutan baluran
Penemuan kerangka manusia di hutan Baluran (Foto: Ghazali Dasuqi/detikcom)
Situbondo -

Penemuan kerangka manusia di sisa kebakaran hutan Baluran, Situbondo, ramai dibicarakan warga. Sebab penemuan tulang belulang itu dianggap tidak wajar. Saat ditemukan, sebagian besar kerangka justru terbungkus kantong plastik warna hitam.

"Memang sering di hutan Baluran itu ditemukan mayat, utamanya orgil. Tapi yang bikin ramai, karena sekarang kerangka itu terbungkus plastik. Jadi tidak wajar," kata seorang relawan Baluran, Sutikno kepada detikcom, Jumat (7/8/2020).

Dia optimis, kerangka manusia dalam kantong plastik itu bukan orang gila. Karena itu, Sutikno meminta polisi bekerja ekstra mengungkap identitas kerangka manusia,diduga berjenis kelamin perempuan itu. Sehingga polisi bisa mengembangkan penyelidikannya, termasuk penyebab kematiannya.

"Harus bisa diungkap. Karena cukup sering ada kasus penemuan mayat di sini. Dulu juga ada yang dibungkus karung," tandas Sutikno.

Selebihnya, Sutikno menjelaskan hingga kini belum ada warga sekitar Hutan Baluran yang merasa kehilangan keluarganya. Sehingga, sangat mungkin korban adalah orang jauh, atau setidaknya di luar wilayah sekitar Hutan Baluran.

"Setiap lewat lokasi, saya sendiri sebenarnya juga mencium bau busuk. Itu terjadi sekitar semingguan sebelum mayat ditemukan," pungkas Sutikno.

Sebelumnya, kerangka manusia ditemukan di sisa kebakaran hutan Taman Nasional (TN) Baluran, Situbondo. Mayat yang sudah tinggal tulang itu terbungkus kantong plastik warna hitam.

Sebagian plastik pembungkus mayat juga ikut meleleh, dampak dari kebakaran hutan. Polisi langsung melakukan olah TKP, sebelum mengevakuasi kerangka itu ke RSUD Asembagus.

Polisi menduga, kerangka manusia yang ditemukan di tepi jalan raya KM 239 arah Surabaya, di Kecamatan Banyuputih, itu berjenis kelamin perempuan. Sebab, ada sisa rambut berukuran panjang yang melekat di batok kepalanya. Untuk mengungkap identitas mayat, polisi Situbondo akan mendatangkan tim Labfor Polda Jatim.

(fat/fat)