Sengaja Kelabui Polisi, Dukun Cabul Masukkan Telur ke Kemaluan Lukai Wajahnya

Chuk Shatu Widarsa - detikNews
Kamis, 06 Agu 2020 20:00 WIB
Dukun Cabul Masukkan Telur ke Kemaluan Pasien Ditangkap
Dukun cabul masukkan telur ke kemaluan ditangkap (Foto: Chuk Shatu Widarsha/detikcom)
Bondowoso -

Ada cerita menarik di balik penangkapan dukun cabul yang memasukkan telur ke kemaluan pasiennya. Pelaku berinisial ARF (40) berusaha mengelabui polisi dengan cara merusak wajahnya.

Informasi dihimpun detikcom, pelaku berusaha melukai wajahnya dengan cara membentur-benturkan ke dinding dan menggoreskan benda tajam. Sehingga tampak terluka dan susah untuk dikenali.

Bahkan, pelaku diduga lantas sengaja membakar sebagian wajahnya. Akibatnya, sebagian wajah pelaku tampak menghitam bekas terbakar.

"Kalau berdasarkan keterangan anaknya, setelah ditetapkan sebagai tersangka bapaknya itu seperti depresi," ungkap Kasat Reskrim Polres Bondowoso, AKP Agung Ari Bowo, kepala detikcom di Mapolres, Kamis (6/8/2020).

Hanya saja, imbuh Agung, dari keterangan beberapa sumber, hal tersebut hanya upaya pelaku dukun cabul untuk membuat kamuflase agar wajahnya tak dikenali polisi.

"Saya dan tim tadi sempat ragu sejenak ketika melihat wajahnya. Karena memang berubah. Setelah kami dekati lebih seksama, ternyata benar," terang Agung yang memimpin langsung penangkapan.

Sebelumnya dukun cabul yang memasukkan telur ke kemaluan pasien ditangkap. Perburuan pelaku dari arah Lumajang diwarnai aksi pengejaran bak film laga. Meski akhirnya pelaku bisa dibekuk. Salah seorang tim Resmob Polres Bondowoso mengisahkan, pihaknya sudah menyanggong dukun cabul tersebut di sekitar Bondowoso selama sekitar 3-4 hari.

Namun pelaku seolah menghilang bak ditelan bumi. Kalaupun sempat terlihat, hanya sekejap. Setelah itu menghilang lagi. Bahkan dengan menggunakan peralatan pelacak sinyal ponsel, juga tak membuahkan hasil. Tapi polisi tak patah arang. Upaya pelacakan dan pencarian tetap dilakukan.

Tonton video 'Kasus Dukun Masukkan Telur ke Kemaluan, Pelaku Kabur Diburu Polisi':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)