Mas Iin Kembangkan Sport City dan Sport Tourism untuk Majukan Sidoarjo

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 06 Agu 2020 19:19 WIB
mas iin
Achmad Amir Aslichin (Foto: Istimewa)
Sidoarjo -

Menata konsep untuk mewujudkan kawasan sport city di Kota Delta akan dilakukan calon bupati Sidoarjo Achmad Amir Aslichin. Pengembangan sport tourism juga jadi fokus sebagai upaya mendongkrak wisatawan untuk geliatkan ekonomi masyarakat sekitar.

Mas Iin panggilan akrabnya mengungkapkan akses transportasi sangat menunjang Sidoarjo untuk mewujudkan hal itu. Mulai dari ketersedian Bandara Internasional Juanda, Terminal Purabaya, hingga stasiun kereta api. Akses jalan tol pun telah tersambung ke berbagai daerah.

"Konsep sport city dan sport tourism bisa menjadikan Sidoarjo semakin maju," ucap lulusan The University of Melbourne, Australia itu, Kamis (6/8/2020).

Mas Iin yang akan maju pada pilkada Sidoarjo 2020 itu sudah merancang konsep yang matang untuk merealisasikan hal itu. Sport city tidak berdiri sendiri. Akan terjadi efek ganda (multy player effect) setelah sport city terwujud. Yakni, sport tourism. Sektor wisata, pendidikan, perdagangan, bahkan industri akan ikut terdorong. Geliat ekonomi masyarakat juga akan meningkat.

"Sidoarjo sangat potensial untuk mengadakan event bertaraf internasional," ucap dewan penyantun KONI Sidoarjo itu.

Pengembangan sport city akan melibatkan desa-desa di Sidoarjo. Ini lah kesempatan bagi badan usaha milik desa (BUMDes) untuk berkiprah. BUMDes bisa membangun venue olahraga. Seperti gedung serbaguna, kolam renang, lapangan bulu tangkis, basket dan lapangan voli. BUMDes lah yang nantinya mengelola sarana olahraga tersebut. Sumber pendapatan baru. Sebab, olahraga menjadi sarana rekreasi. Event olahraga sudah menjadi tontonan untuk menghibur keluarga.

Menurut Ketua DKW Garda Bangsa Jatim itu, pengelolaannya bisa melibatkan warga yang ahli maupun mantan atlet cabang olahraga tertentu. Dengan begitu, sang tokoh olahraga akan terus terlibat aktif membina anak-anak usia dini.

Pemerintah akan siap menghibahkan bantuan keuangan khusus ke desa-desa demi mewujudkan sarpras latihan. Bahkan, yang sekaligus tersertifikasi berstandar internasional.

"Kita nanti pasti dorong demi kemajuan bersama," terang pengusaha muda itu.

Di Sidoarjo, lanjut Mas Iin, ada SMANOR Jatim. Selain itu sudah ada kerjasama antara KONI Sidoarjo dengan Unesa untuk pendampingan sport science. Dia yakin Sidoarjo pantas menjadi kota pengembangan diklat olahraga atau akademi sebagai pusat pembinaan anak usia dini untuk bisa menjadi atlet.

Sarpras latihan sudah lengkap. Fasilitas asrama juga dibuat senyaman mungkin untuk kegiatan belajar. Agar memudahkan siswa didik untuk lebih fokus. Baik diklat atletik, renang, bulu tangkis, bola voli, sepak bola, bela diri, sepatu roda, senam dan beberapa cabor lainnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2