Di Tengah Pandemi COVID-19, Investasi di Jatim Tembus Rp 51 Triliun

Hilda Meilisa - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 21:35 WIB
gubernur khofifah
Foto: Istimewa
Surabaya -

Realisasi investasi di Jawa Timur pada semester I Tahun 2020 menembus angka pertumbuhan yang menggembirakan. Angkanya mencapai 59,2 persen (yoy), hal ini melebihi kinerja investasi nasional yang mampu naik di kisaran 1,8 persen (yoy).

Dari data rilis resmi BKPM RI periode Januari hingga Juni 2020, total investasi (PMA dan PMDN) di Jatim tercatat Rp 51 triliun. Yang mana terdiri dari PMA sebesar Rp 12,5 triliun dan PMDN sebesar Rp 38,4 Triliun.

Secara nasional, capaian ini menduduki peringkat kedua setelah Jawa Barat yang mencatatkan angka realisasi investasi di angka Rp 57,9 Triliun. Kemudian di urutan ketiga ada DKI Jakarta dengan angka Rp. 50,2 triliun.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersyukur atas capaian ini. Menurut Khofifah, bukan pekerjaan mudah mencapai angka ini, sebab adanya pandemi COVID-19 yang berdampak pada pelemahan perekonomian dunia.

"Alhamdulillah ini menjadi berita baik bagi perekonomian Indonesia. Jatim masih menjadi salah satu primadona investasi bagi para investor dalam negeri maupun investor asing yang akan menanamkan modalnya di Indonesia," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (5/8/2020).

Khofifah merinci realisasi PMDN Jatim disokong dua sektor utama. Yakni sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi yang menyumbang angka Rp 18,72 triliun dan sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran dengan kontribusi Rp 3,69 Triliun.

Sedangkan realisasi PMA didukung oleh sektor industri kimia dan farmasi dengan capaian Rp 4,26 triliun dan sektor industri makanan yang memberikan sumbangan sebesar Rp 2,4 Triliun.

Sementara negara dengan kontribusi investasi tertinggi adalah Singapura dengan realisasi sebesar Rp 4,03 Triliun, disusul Jepang dengan kontribusi sebesar Rp 3 Triliun.

"Jatim fokus pada upaya penciptaan iklim usaha yang kondusif dan kemudahan akses dalam perizinan usaha. Kami ingin investor tertarik untuk menanamkan modalnya di Jatim sehingga membawa manfaat bagi perekonomian masyarakat," imbuh Khofifah.

Khofifah mengatakan Jatim akan terus menjajaki peluang-peluang investasi dari negara lain. Misalnya dengan terus melakukan promosi, sosialisasi perizinan dan nonperizinan, serta instrumen lain yang membuat investor tertarik untuk berinvestasi.

Tak hanya itu itu, Kabupaten Pasuruan menduduki peringkat pertama realisasi investasi PMDN dengan nilai realisasi sebesar Rp 2,6 Triliun, disusul Kabupaten Mojokerto (Rp 1,6 Triliun), Jombang (Rp 1,6 Triliun), Gresik (Rp. 1,5 Triliun) dan Tuban (Rp. 1,3 Triliun).

Sedangkan pada kategori PMA, posisi tertinggi diraih oleh Kota Surabaya dengan capaian realisasi Rp 11,5 Triliun, disusul Kabupaten Gresik (Rp 11,2 Triliun) pada peringkat kedua, kemudian Kabupaten Sidoarjo (Rp. 4,2 Triliun), Kabupaten Pasuruan (Rp. 3,3 Triliun), dan Kabupaten Probolinggo (Rp. 3,3 Triliun).

"Kami optimistis pada semester ke II tahun 2020, Jatim bisa membukukan nilai investasi lebih besar lagi," pungkasnya

(hil/iwd)