KPU Gelar Simulasi Pencoblosan Pilbup Banyuwangi 2020 Bagi Disabilitas

Ardian Fanani - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 18:58 WIB
KPU Gelar Simulasi Pencoblosan Pilbup Banyuwangi 2020 Bagi Disabilitas
Simulasi pencoblosan disabilitas (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi -

KPU Banyuwangi menggelar sosialisasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Tahun 2020 ke penyandang disabilitas. Sosialisasi digelar di Aula KPU Banyuwangi, Jalan KH Agus Salim, Banyuwangi.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan simulasi pencoblosan menggunakan template braile bagi disabilitas netra.

Komisioner KPU Banyuwangi Dian Purnawan menyampaikan, sosialisasi ini sengaja dilakukan sebagai pendekatan kepada disabilitas. Selain itu, kegiatan ini digelar untuk memberikan pemahaman kepada para penyandang disabilitas mengenai tata cara penyaluran suara saat hari pencoblosan nanti.

"Ini ikhtiar kita untuk mengakomodir saudara kita disabilitas. Baik disabilitas netra, disabilitas rungu, dan lain sebagainya. Karena mereka juga memiliki hak yang sama untuk menentukan pilihannya saat Pilbup nanti," kata Dian kepada wartawan, Rabu (5/8/2020).

Berdasarkan data pemilu Tahun 2019, kata Dian, jumlah disabilitas yang memiliki hak suara di Banyuwangi mencapai 2.148 orang. Namun angka ini akan bertambah seiring dengan proses pencocokan dan penelitian (coklit) yang berakhir pada 13 Agustus.

"Tentu kita berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan angka partisipasi disabilitas saat hari pencoblosan nanti," harapnya.

KPU, kata Dian, juga menggelar simulasi pencoblosan dengan menggunakan alat bantu atau templet braile bagi disabilitas netra.

"Sesuai dengan anggaran yang sudah kita susun, KPU menyediakan template braile sejumlah 3.745 buah sesuai dengan jumlah TPS. Jadi masing-masing TPS kita sediakan satu templet braile," sebutnya.

Selain itu, saat pencoblosan nanti TPS yang dibuat harus aksesibilitas bagi penyandang disabilitas daksa.

"Misalnya, posisi TPS tidak boleh di tempat berundak atau tinggi, sehingga kursi roda tidak bisa lewat. Ini sudah diatur dalam UU 10 Tahun 2016, bahwa penyelenggara harus memberikan akses yang mudah bagi disabilitas," tegasnya.

"Saat mencoblos nanti, penyandang disabilitas juga bisa membawa pendamping untuk menemani. Atau, bisa meminta bantuan kepada petugas TPS," tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, KPU memberikan penjelasan tentang tata cara penyaluran suara di tengah pandemic COVID-19.

"Berbeda dengan pemilu sebelumnya, Pilbup kali ini terselenggara di tengah COVID-19. Jadi ada protokol kesehatan ketat yang harus dilaksanakan selama tahapan Pilbup hingga hari pencoblosan di TPS nanti. Tentu ini harus kita sosialisasikan kepada saudara kita kaum dissabilitas," pungkasnya.

Windoyo, salah satu disabilitas netra menyambut baik sosialisasi yang diselenggarakan KPU Banyuwangi ini. Kegiatan tersebut dinilainya sangat membantu dalam meningkatkan kepercayaan diri kaum dissabilitas untuk berpartisipasi dalam Pilbup 2020.

"Yang kami harapkan, kebutuhan kami seperti template braile, akses kursi roda dan sebagainya dipenuhi di TPS. Misal, bilik suara yang dipinggir parit sehingga menyulitkan pengguna kursi roda. Intinya, kita ingin saat pencoblosan nanti tidak menyulitkan bagi kaum dissabilitas," imbuhnya.

(fat/fat)