Layanan Operasi RSUD Soekandar Mojokerto Dibuka Khusus Pasien Bebas COVID-19

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 20:21 WIB
RSUD Prof dr Soekandar
Foto file: Enggran Eko Budianto
Mojokerto -

Layanan operasi RSUD Prof Dr Soekandar, Kabupaten Mojokerto sempat ditutup satu pekan gara-gara 14 perawat positif COVID-19. Layanan operasi di rumah sakit pelat merah ini kembali dibuka khusus pasien yang bebas virus Corona.

Direktur RSUD Prof Dr Soekandar dr Djalu Naskutub mengatakan, layanan operasi dibuka kembali sejak Senin (3/8). Hanya saja, baru 2 dari 4 kamar operasi yang difungsikan. Dua kamar yang masih ditutup biasa untuk mengoperasi pasien dalam pengawasan (PDP), pasien positif COVID-19 maupun pasien reaktif Corona berdasarkan rapid test.

"Yang dua kamar operasi untuk pasien terkonfirmasi, PDP, maupun yang reaktif belum kami buka. Karena tenaga kesehatan kami belum pulih semua. Maka kalau ada pasien positif (yang membutuhkan operasi) jangan dirujuk ke rumah sakit kami dulu," kara dr Djalu saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (4/8/2020).

Dari 14 perawat di bagian layanan operasi RSUD Prof Dr Soekandar yang positif COVID-19, lanjut dr Djalu, baru 3 orang yang dinyatakan sembuh. Karena hasil tes swab kedua mereka pada Kamis (30/7), dipastikan negatif.

Sehingga terdapat 11 tenaga medis yang sudah bisa bertugas di layanan operasi. Mereka ditugaskan melayani operasi di 2 kamar yang sudah dibuka. Setiap kamar operasi di rumah sakit milik Pemkab Mojokerto ini dibatasi untuk 3 kali operasi pasien setiap harinya.

"Kami mengatur ritme di kamar operasi. Karena harus ada jeda bagi tenaga medis untuk istirahat," terangnya.

Saat ini, tambah dr Djalu, pihaknya menunggu hasil tes swab kedua 11 perawat yang positif COVID-19. Sampel swab mereka sudah dikirim ke Labkesda Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto pada Sabtu (1/8).

"Perkiraan hasilnya keluar malam ini. Semoga semuanya sudah negatif," tandasnya.

Layanan operasi di RSUD Prof Dr Soekandar ditutup sejak Minggu (26/7). Karena pada hari itu terdapat 4 perawat yang terinfeksi virus Corona. Sehari setelahnya, Senin (27/7), jumlah perawat yang positif COVID-19 bertambah 10 sehingga menjadi 14 orang. Mereka menjalani tes swab pada Jumat (24/7).

Belasan perawat positif COVID-19 tersebut bertugas di kamar operasi, ruang pemulihan dan anastesi. Sejak dinyatakan positif Corona, mereka diisolasi di RSUD Prof Dr Soekandar. 14 perawat tersebut tidak menderita gejala klinis apapun, atau tergolong orang tanpa gejala (OTG).

Oleh sebab itu, mereka hanya wajib menjalani isolasi selama 10 hari. Hal itu berdasarkan perubahan kelima Keputusan Menkes No HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.

(fat/fat)