Dewan Pendidikan Ingatkan Pemkot Surabaya Hati-hati Soal Sekolah Tatap Muka

Faiq Azmi - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 14:21 WIB
Sebanyak 21 SMP di Surabaya akan menggelar belajar secara tatap muka. Hari ini, ada dua sekolah yang menggelar simulasi.
Simulasi sekolah tatap muka di Surabaya (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya -

Pemerintah Kota Surabaya berencana membuka sekolah tatap muka di 21 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dewan Pendidikan Jatim mengingatkan Pemkot untuk mengambil keputusan dengan hati-hati.

"Saya kira untuk sampai keputusan itu Pemkot harus super hati-hati. Dan banyak hal yang harus dipertimbangkan," kata Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Timur Prof Akhmad Muzakki kepada detikcom, Selasa (4/8/2020).

Pertimbangan tersebut, jelas Muzakki ialah aspek kesehatan. Apalagi, dari 748 guru yang baru saja menjalani rapid test massal di GOR Pancasila, ada 65 guru yang reaktif.

"Hasil rapid test, sekitar 65 guru yang reaktif itu indikasi bahwa pandemi kita ini kurvanya masih tidak melandai. 65 guru reaktif itu kan menjadi alarm bagi Pemkot untuk memikirkan sebaik mungkin rencana tersebut," jelasnya.

Muzakki melihat, kurva kasus COVID-19 di Surabaya saat ini masih belum melandai. Bahkan cenderung naik turun. Ia berharap Pemkot Surabaya mempertimbangkan secara matang rencana tersebut.

"Karena Surabaya ini kan kurvanya masih belum landai. Karena itu keputusan untuk membuka sekolah bagi SMP harus dengan pertimbangan matang," ujarnya.

Pertimbangan tersebut, lanjut Muzakki adalah pertimbangan aspek kesehatan. Karena kesehatan tidak ternilai harganya.

"Harus dengan pertimbangan utamanya kesehatan baru kemudian psiko sosial. Kalau kesehatan kena, psiko sosial gak ada artinya," pungkasnya.

(iwd/iwd)