Guru SMP di Madiun Meninggal Positif COVID-19, Riwayat Pernah ke Solo

Sugeng Harianto - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 13:31 WIB
RSUD dr Soedono
Foto: Sugeng Harianto
Madiun -

Seorang guru di Madiun meninggal terkonfirmasi positif COVID-19. Guru tersebut merupakan pasien nomor 28 kota Madiun yang terkonfirmasi COVID-19.

Sehari-harinya, guru tersebut mengajar di salah satu SMPN di Kabupaten Madiun.

"Guru SMP negeri di Kabupaten Madiun. Cuma tinggalnya di Kecamatan Taman kota Madiun," ujar Jubir gugus tugas penanggulangan COVID-19 kota Madiun Noor Aflah dalam siaran pers yang diterima detikcom Selasa (4/8/2020).

Aflah mengatakan sebelum meninggal pasien pada 19 Juli 2020 bersama keluarganya bepergian ke Solo naik kendaraan pribadi. Setelahnya tanggal 23 Juli 2020, pasien mengeluh demam, pilek, dan batuk.

"Karena terdapat keluhan, sebelumnya pasien berobat ke Klinik Panti Bahagia pada tanggal 24 Juli. Sudah diberi obat," kata Noor Aflah.

Saat berobat itu, kata Aflah, pasien belum kunjung sembuh sehingga pada tanggal 28 Juli 2020 dibawa ke RSUD Sogaten. "Tanggal 29 Juli 2020 jam 01.00 dini hari dipindahkan ke ruang isolasi RS Sogaten. Karena sudah dinyatakan pasien terkonfirmasi. Makanya harus dilakukan isolasi di rumah sakit," tuturnya.

Aflah menambahkan yang bersangkutan dirawat inap di RSUD Sogaten hingga tanggal 31 Juli 2020. Pasien lalu dirujuk ke RSUD Soedono dan di hari yang sama jam 12.00 WIB meninggal dunia.

"Meninggal dunia di RSUD Soedono Madiun," tandasnya.

Aflah meminta bagi yang kontak erat dengan pasien, jika sewaktu-waktu ada keluhan demam, batuk, dan pilek segera datang ke Puskesmas Demangan.

"Selama 14 hari ke depan untuk mengisolasi diri dengan tetap tinggal di rumah bagi yang pernah kontak. Ini semua kontak erat dilakukan rapid test," tandas Aflah.

(iwd/iwd)