Round-Up

Klarifikasi Keluarga Predator Fetish Pocong dan Sanksi yang Mengancam

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 08:22 WIB
fakultas ilmu budaya universitas airlangga
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya -

Kasus predator fetish kain jarik terus berlanjut. Kali ini Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair) melakukan klarifikasi terhadap keluarga Gilang.

Klarifikasi dilakukan via daring (Zoom). Dalam klarifikasi itu, Gilang tidak hadir. Gilang sendiri hingga kini masih menghilang. Dia belum dapat dihubungi oleh pihak FIB Unair.

"Rapat klarifikasi dengan keluarga Gilang, dengan ibu dan kakak Gilang. Ini masih rapat klarifikasi. Gilang belum dapat dihubungi," kata Wakil Dekan I, FIB Unair, Puji Karyanto saat dihubungi detikcom, Senin (3/8/2020).

Namun hasil klarifikasi terhadap keluarga Gilang dirahasiakan. Wakil Dekan I FIB Unair Puji Karyanto mengatakan yang pasti hasil klarifikasi akan menjadi pertimbangan bagi komisi etik.

"Kami berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan dengan sebaik-baiknya. Tentu saja dalam hal ini domain kami akademik kalau domain kriminal biar urusannya penegak hukum," ujar Puji.

Pada intinya, lanjut Puji, hasil rekomendasi komisi etik dikirim ke universitas. Rekomendasi itu akan menjadi bahan pertimbangan Unair untuk menjatuhkan sanksi.

"Tentunya sanksi yang berhubungan dengan akademik, bukan sanksi pidana. Sepertinya tadi sudah selesai, cuman hasilnya kan sifatnya rahasia dari sidang. Komsisi etik mengirim ke universitas, nanti universitas yang akan menentukan berdasarkan rekomendasi dari komisi etik. Nanti SK rektornya kan segera turun kalau berdasarkan usulan komisi etik," jelasnya.

"Yang berhak mengangkat seseorang menjadi mahasiswa dan memberhentikan menjadi mahasiswa atau memberikan sanksi kan universitas, bukan fakultas," pungkas Puji.

(iwd/iwd)