Dua Pelaku Pembunuhan Habisi Korban Gegara Dianggap Anak Kecil

Amir Baihaqi - detikNews
Senin, 03 Agu 2020 18:18 WIB
pembunuhan di surabaya
Foto: Amir Baihaqi/File
Surabaya -

Dua residivis anak di bawah umur MA (16) IT (17) di Surabaya melakukan pembunuhan terhadap Ariski Dwi Yulianto (26). Polisi menyebut motif pembunuhan itu karena masalah sepele.

"Pelaku dan korban ini dalam pengaruh miras. Tapi gak minum bareng. Pas lewat pelaku nyapa 'kate nang ndi lek'. Tapi korban jawab 'gak urusan arek cilik'," tutur Kanit Reskrim Polsek Sukolilo Iptu Zainul Abidin kepada detikcom, Senin (3/8/2020).

Mendapat jawaban itu, lanjut Abidin, pelaku kemudian meradang dan sempat cekcok. Karena dalam pengaruh miras, pelaku kemudian memukulkan paving ke kepala korban dan langsung menusuknya.

"Sempat cekcok dan dihantam sama paving. Kemudian si MA ini tiba-tiba datang dan menusuk sekali di perutnya," tukas mantan Kanit Reskrim Polsek Tegalsari itu.

"Setelah ditusuk, pisaunya sempat dibuang ke sungai tapi dapat kami temukan," tambah Abidin.

Menurut Abidin, meski masih di bawah umur, pelaku sudah tidak sekolah. Sehari-hari, para pelaku ini bekerja sebagai kuli bangunan.

"Sudah tidak sekolah. Kerja ikut otang tuanya kuli batu. Dia juga residivis kena 5 bulan kasus sajam juga," kata Abidin.

Usai menusuk, para pelaku kemudian ditangkap di rumahnya masing-masing dengan masih keadaan pengaruh miras.

"Besoknya kami tangkap di rumahnya. Tapi sempat gak terima karena masih mabuk arak cukrik. Bapaknya biasa saja awalnya tapi langsung kaget pas tahu membunuh," jelasnya.

"Yang tiga lainnya kabur. Dan ini masih kami kejar," imbuh Abidin.

Meski telah menghilangkan nyawa, polisi menyebut pembunuhan itu tanpa direncanakan. Sedangkan untuk pasalnya, pelaku dikenakan pasal 170 ayat 2 ke 2e dan 3e KUHP.

"Gak direncanakan karena memang pelaku ini selalu bawa sajam. Kami kenakan keduanya Penganiayaan dengan mengakibatkan orang meninggal dunia. Ancaman maksimal 12 tahun penjara," tandas Abidin.

Seorang pemuda ditemukan tewas di Jalan Medokan Semampir Blok A Surabaya. Pemuda tersebut tewas setelah dikeroyok sekelompok orang di bawah pengaruh minuman keras (Miras).

Korban ditemukan tergeletak Minggu (2/8/2020) sekitar pukul 02.00 WIB. Penemuan pemuda yang mengalami luka tusuk itu dilaporkan ke polisi. Polisi yang sudah melakukan identifikasi jasad Ariski Dwi Yulianto (26) langsung membawanya ke RSU dr Soetomo Surabaya.

(iwd/iwd)