Miris, Dua Pelaku Pembunuhan Pemuda di Surabaya Residivis di Bawah Umur

Amir Baihaqi - detikNews
Senin, 03 Agu 2020 16:00 WIB
pembunuhan di surabaya
Foto: Amir Baihaqi
Surabaya -

Polisi menangkap dua pelaku pengeroyokan di Surabaya yang mengakibatkan tewasnya Ariski Dwi Yulianto (26), warga Jalan Medokan Semampir Blok A Surabaya. Ironisnya, kedua pelaku ternyata masih di bawah umur.

"Benar kami telah menangkap dua pelaku dan masih di bawah umur yakni MA usia 16 tahun dan IT 17 tahun. MA ini tersangka yang menusuk," kata Kapolsek Sukolilo AKP Subiantana kepada wartawan, Senin (3/8/2020).

Subiantana menambahkan kedua pelaku sudah tidak sekolah dan kemana-mana selalu membawa senjata tajam. Tak hanya itu, pelaku juga ternyata tercatat sebagai residivis.

"Sudah tidak sekolah. Sehari-hari kerja kuli bangunan. Memang dia ini ke mana-mana selalu bawa sajam dan pernah tertangkap juga residivis kasus sajam juga," tuturnya.

"Ada 5 orang yang mengeroyok, korban dihantam sama paving bertubi-tubi kemudian baru ditusuk sekali tepat di bagian pusar dan meninggal di tempat," imbuh Subiantana.

Subiantana menambahkan setelah mengeroyok hingga meninggal, seluruh pelaku kemudian melarikan diri. Dua pelaku diamankan di rumahnya sedangkan tiga lainnya masih dalam pengejaran.

"Tiga masih kami kejar sama di bawah umur. Kalau yang dua ini kami tangkap besoknya di rumahnya masing-masing dengan kondisi masih mabuk," tukasnya.

"Selain dua pelaku, kami juga menyita sandal korban dan para pelaku. Pisaunya sempat dibuang ke sungai tapi kami berhasil temukan," tandas Subiantana.

Seorang pemuda ditemukan tewas di Jalan Medokan Semampir Blok A Surabaya. Pemuda tersebut tewas setelah dikeroyok sekelompok orang di bawah pengaruh minuman keras (Miras).

Korban ditemukan tergeletak Minggu (2/8/2020) sekitar pukul 02.00 WIB. Penemuan pemuda yang mengalami luka tusuk itu dilaporkan ke polisi. Polisi yang sudah melakukan identifikasi jasad Ariski Dwi Yulianto (26) langsung membawanya ke RSU dr Soetomo Surabaya.

(iwd/iwd)