Risma Klaim Surabaya Zona Hijau, Pakar Epidemiologi Minta Tunjukkan Data

Amir Baihaqi - detikNews
Senin, 03 Agu 2020 13:54 WIB
Fakultas Kesehatan Masyarakat unair
Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair (Foto: Amir Baihaqi/detikcom)
Surabaya -

Wali Kota Risma menyebut Surabaya zona hijau dalam tingkat penularan COVID-19 turun. Lalu apa kata pakar epidemiologi?

Pakar epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) Dr dr Windhu Purnomo mengaku heran dengan klaim Risma. Untuk itu, ia meminta Risma untuk membuka data yang disebutnya itu.

"Dasarnya Bu Risma itu apa. Karena kan dari data yang ada dan data itu dari Dinkes Kota sendiri yang sudah dikirim ke pusat atau provinsi yang mana bahwa itu menunjukkan hijau. Karena kita kan lihat dari data. Tidak dari asumsi atau macam-macam tapi data," tegas Windhu kepada detikcom, Senin (3/8/2020).

"Pertama kalau kita lihat kasus masih terus meningkat. Dan belum ada tanda-tanda penurunan itu. Datar iya memang karena kasus baru belum ada. Surabaya ini kan juga mempengaruhi Jatim 45 persen," tambahnya.

Menurut Windhu, klaim yang disebutkan Wali Kota Risma tanpa ada dasar. Sebab untuk menjadi zona hijau harus melewati zona orange terlebih dahulu. Ia kemudian mencontohkan Kota Sidoarjo yang sempat turun menjadi zona orange, tapi kembali menjadi merah.

"Surabaya itu masih tetap merah. Orange saja tidak pernah kok tiba-tiba meloncat jadi hijau. Jadi memang yang kita adalah dari mana data yang digunakan itu saja. Apalagi satgas pusat sudah tiap minggu membuat pemetaan risiko. Surabaya itu sejak 2 bulan sampai sekarang masih merah terus," terangnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2