Razia Masker di Kota Blitar, Petugas Temukan Anak Diduga Mabuk dan Bawa Sajam

Erliana Riady - detikNews
Minggu, 02 Agu 2020 16:37 WIB
Petugas Temukan Bocah Diduga Mabuk dan Bawa Sajam
Razia masker di Kota Blitar (Foto: Istimewa)
Blitar -

Razia penegakan Perwali Kota Blitar wajib memakai masker gencar dilakukan. Di antara para pelanggar, petugas menemukan ada seorang anak diduga mabuk dan membawa senjata tajam.

Data dari Satpol PP Kota Blitar mencatat, tim gabungan menyasar ke 11 lokasi. Razia yang digelar sejak Sabtu (1/8) malam sampai siang ini, diprioritaskan ke kafe-kafe atau lokasi anak muda nongkrong di akhir pekan.

Hasilnya, untuk Sabtu (1/8/2020) malam ditemukan sebanyak 8 pengunjung kafe tidak memakai masker. Lima orang mendapat sanksi sosial dan tiga orang KTP-nya ditahan. Sedangkan pemilik kafe, empat orang mendapat teguran lisan dan satu pengelola mendapat teguran tertulis.

Sementara razia yang dilaksanakan Minggu (2/8) ke tiga lokasi yang sering dimanfaatkan warga kota berolah raga. Hasilnya, didapati 33 orang tidak memakai masker. Dan sanksinya 6 orang KTP-nya ditahan dan 27 orang disanksi sosial.

"Jika dalam daftar para pelanggar kami temukan mereka melanggar sampai tiga kali, maka sanksi tegas kami siapkan. Mulai dari tidak mendapat layanan publik sampai pencabutan izin usaha," tegas Plt Kasatpol PP Kota Blitar M Hadi Maskun, Minggu (2/8/2020).

Hadi menambahkan, dalam razia itu, petugas gabungan mendapati seorang anak dalam kondisi mabuk dan membawa senjata tajam di jok motornya. Karena ada unsur kriminal, maka penanganan diserahkan ke pihak Polresta Blitar.

"Iya benar, semalam ada seorang anak diserahkan ke kami. Ketika ditanya soal masker, jawabannya ngelantur. Diduga mabuk. Tapi di bawah jok motornya memang ditemukan benda semacam gear," jawab Kasubag Humas Polresta Blitar, Iptu Achmad Rochan dikonfirmasi detikcom.

(fat/fat)