Korban Fetish Pocong Mahasiswa Unair Berusaha Sembuhkan Luka Batin Tanpa Psikolog

Esti Widiyana - detikNews
Minggu, 02 Agu 2020 15:04 WIB
fetish kain jarik
Foto: Tangkapan layar
Surabaya -

Pelecehan seksual dan diperdaya predator fetish pocong kain jarik mahasiswa Unair, meninggalkan trauma ke para korban. Terlebih korban yang dilecehkan pelaku bernama Gilang membungkus korbannya seperti jenazah. Dan dengan mudah melancarkan aksinya.

Salah satu korban berinisial P, mahasiswa Unair tersebut membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menyembuhkan traumanya. Apalagi kejadian tahun 2015 itu dirinya dibungkus, dicium hingga menyentuh area vitalnya.

"Trauma pasti sih dan berlangsung selama berbulan-bulan karena seperti ada seseorang melakukan kejahatan dan itu tidak bisa dimaafkan. Dampaknya besar terutama kesehatan metal sempat down, tidak semangat, benci dengan diri sendiri dan itu berlangsung lama. Saya sering jatuh bangun kadang ada penolakan, saya merasa sudah kotor," cerita P kepada detikcom, Minggu (2/8/2020).

P pun belajar bahwa sexual haressment atau pelecehan seksual berdampak besar bagi psikologisnya. Bahkan lahir dan batin. Terutama untuk mental health. Bahkan dia sering merasa jatuh bangun.

"Sempat down, nggak semangat, istilahnya saya benci dengan diri sendiri itu berlangsung cukup lama, berbulan-bulan. Saya sering jatuh bangun, kadang ada penolakan. Saya merasa sudah kotor," kata dia.

Sebenarnya, lanjut P, dia mulai berani speak up karena sudah siap secara mental. Sebab, kejadian sudah lima tahun lalu. Menurutnya, hal ini harus menjadi perhatian masyarakat.

"Sexual harassment itu bukan perkara sepele, itu menyangkut masa depan seseorang. Karena saya dibiasakan membaca, saya membaca ternyata korban pelecehan itu juga kemungkinan bisa menjadi pelaku. Karena ada trauma di masa lalu yang tidak bisa menahan. Akhirnya ketika sudah menumpuk akhirnya dia ingin melampiaskan ke orang lain karena rasa dendam itu tadi," jelasnya.

Tonton video 'dr. Boyke: Pelaku dan Korban 'Fetish Kain Jarik' Harus Diobati Psikiater':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2