Round-Up

Keberadaan Predator Fetish Pocong Mahasiswa Unair Belum Diketahui Rimbanya

Tim Detikcom - detikNews
Minggu, 02 Agu 2020 08:08 WIB
fetish kain jarik
Foto: Tangkapan layar

Sementara aksi Gilang bungkus membungkus ini korbannya dilakukan sejak 2017. Namun, pihak FIB Unair rupanya tidak mengetahui hal tersebut. Bahkan, selama ini pihaknya belum pernah mendapat laporan secara resmi atas tindakan pelaku.

"Kalau sudah diketahui tentunya kami sudah melakukan tindakan. Tapi belum ada laporan resmi bahwa ada perlakuan (Pelecehan seksual) seperti itu. Kalau ada laporan, kemudian alat bukti yang cukup, ini juga persoalan pidana, bukan sekadar persoalan etik. Pasti (penindakan) sudah sampai ke kepolisian," kata Wakil Dekan I, FIB Unair, Puji Karyanto.

Sementara banyaknya korban pelecehan, pihak FIB Unair membuka posko pengaduan. Hasilnya, ada 15 laporan yang masuk dan nama serta identitas pelapor disamarkan. Pelapor mengatakan pernah dichat untuk melakukan hal seperti yang telah viral. Modusnya juga sama, yakni riset akademis.

"15 Hanya menyatakan lewat online tapi kita tanya, maaf, dari mana, alamatnya di mana, mereka tidak mau menunjukkan identitas. Jadi memang perkara ini tentu harus segera ditangani agar tidak membuat trauma masyarakat," tambahnya.

Sebuah cuitan tiba-tiba saja viral di twitter. Cuitan tersebut berisi curahan hati seorang mahasiswa yang mengaku merasa dilecehkan seniornya sesama mahasiswa Unair. Bentuk pelecehan itu ia sebut dengan predator 'Fetish Kain Jarik'.

Di dalam utasnya, mahasiswa yang mengaku menjadi korban itu dipaksa 'membungkus' dirinya sendiri seperti mayat yang dikafani menggunakan kain jarit.

Semua screenshot percakapan di DM Instagram dan WA ia keluarkan semua. Ia juga melengkapinya dengan foto. Ia menyebut pelaku adalah Gilang, seorang mahasiswa Unair akhir.


(fat/fat)