Pakar Sebut Parpol Jember Kompak Cari Rekom Lawan Faida Terobosan yang Baik

Yakub Mulyono - detikNews
Sabtu, 01 Agu 2020 19:15 WIB
DPRD Jember Sepakat Usulkan Pemberhentian Bupati Faida
DPRD Jember (Foto file: Yakub Mulyono/detikcom)
Jember -

Pimpinan 11 parpol yang memiliki kursi di DPRD Jember sepakat mengusulkan ke DPP masing-masing merekomendasikan satu pasangan calon Bupati-Wabup di Pilkada Jember, melawan Faida. Pakar politik Unej M. Iqbal menilai hal ini satu terobosan dan edukasi politik yang sangat baik bagi masyarakat.

"Saya melihat ini merupakan edukasi politik yang keren bagi masyarakat. Karena mereka bisa menunjukkan bagaimana mengesampingkan ego untuk kepentingan yang lebih besar," terang Iqbal saat dihubungi, Sabtu (1/8/2020).

Apalagi, sambung Iqbal, para pimpinan parpol di Jember menyerahkan sepenuhnya siapa pasangan calon yang akan direkom DPP. Para pimpinan parpol di Jember ini tak mengusulkan satu nama pasangan pun.

"Ini menunjukkan mereka benar-benar siap, siapa pun yang direkom. Asalkan satu paslon saja," kata Iqbal.

Menurut dosen FISIP Unej itu, kebersamaan pimpinan parpol di Jember inilah yang menjadi edukasi politik yang sangat bagus bagi masyarakat. Karena semua mau menurunkan ego untuk kepentingan yang lebih besar.

Iqbal juga melihat adanya keinginan serius parpol di Jember untuk memperbaiki hubungan komunikasi antara eksekutif dan legislatif nantinya. Sebab para pimpinan parpol menyadari bagaimana dampak terhadap masyarakat ketika hubungan bupati dengan DPRD Jember tidak harmonis.

"Tinggal bagaimana sekarang ini DPP parpol menangkap keinginan para pimpinan 11 parpol di Jember tadi. Jadi sekarang ini bola ada di tangan DPP masing-masing parpol," ungkap Iqbal.

Yang jelas, sambung Iqbal, jika keinginan pimpinan 11 parpol di Jember terwujud, maka perubahan kepemimpinan di Jember kemungkinan besar akan tercapai. Bahkan Iqbal menyebut Pilkada Jember sudah selesai.

"Kalau 11 parpol ini berkoalisi mengusung satu pasangan saja untuk melawan petahana, maka saya bisa katakan pilkada sudah selesai. Dan perubahan kepemimpinan yang diinginkan akan lebih mudah diwujudkan," pungkasnya.

(fat/fat)