Curhat Pedagang Pasar di Jombang, Sepi Pembeli Dampak Pendemi COVID-19

Enggran Eko Budianto - detikNews
Sabtu, 01 Agu 2020 13:29 WIB
Curhat Pedagang Pasar di Jombang, Sepi Pembeli Dampak Wabah COVID-19
Pedagang mengeluhkan dagangannya sepi (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Jombang -

Puluhan pedagang Pasar Peterongan, Kabupaten Jombang mengeluhkan sepinya pembeli sejak pemerintah membatasi aktivitas perdagangan di pasar tersebut. Mereka mengaku tekor hingga puluhan juta rupiah akibat pembatasan aktivitas perdagangan selama dua bulan terakhir.

Perwakilan pedagang Pasar Peterongan Abdul Haris (52) mengatakan, aktivitas perdagangan di pasar tradisional tersebut dibatasi pemerintah selama dua bulan terakhir. Karena banyak pedagang yang positif COVID-19.

Sehingga Pemkab Jombang memberlakukan sistem ganjil genap dan akses ke pasar dibuat satu pintu. Sistem ganjil genap membuat para pedagang harus berjualan secara bergantian.

"Pembatasan itu membuat pembeli tidak yakin, mereka takut datang ke Pasar Peterongan seakan momok, tempatnya virus Corona. Padahal tidak. Seperti saya yang sempat dikarantina dua bulan. Hasilnya tidak ada apa-apa," kata Haris kepada wartawan, Sabtu (1/8/2020).

Sepinya pembeli selama dua bulan terakhir, lanjut Haris, mengakibatkan para pedagang rugi. Bahkan, sekitar 30 pedagang sayur dan pakaian terpaksa gulung tikar.

"Saya sendiri pedagang pakaian rugi sampai sekitar Rp 100 juta selama dua bulan. Dari pemerintah tidak ada kompensasi," ungkapnya.

Bersama 19 pedagang lainnya, Haris telah menyampaikan keluhannya ke DPRD Kabupaten Jombang, Kamis (30/7). Kedatangan mereka saat itu diterima sejumlah anggota Komisi B dan pihak Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang.

Selanjutnya
Halaman
1 2