Jadi Korban Dukun Cabul Masukkan Telur ke Kemaluan, Ini Kata Pegiat Perempuan

Chuk Shatu Widarsa - detikNews
Sabtu, 01 Agu 2020 13:53 WIB
poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Bondowoso -

Seorang warga Bondowoso melaporkan dukun cabul ke polisi karena memasukkan telur ke kemaluannya saat proses pengobatan. Bagaimana menurut kacamata pegiat sosial dan pemberdayaan perempuan?

Secara psikologis, keputusasaan (karena penyakit yang diderita) akan membuat seseorang melakukan sesuatu yang unrasional. Yang penting, sembuh dari sakitnya tersebut.

"Orang yang sakit tersebut kadang menurut saja yang dikatakan orang. Dia juga menempuh apa saja, dengan harapan bisa sembuh, dari sakitnya," jelas Murti Jasmani, seorang pegiat sosial dan pemberdayaan perempuan di Bondowoso, Sabtu (1/8/2020).

Tapi, keputusan untuk menyerahkan diri sampai pada hal privacy (alat vital) adalah keputusan konyol, dari perspektif apapun. Sebegitu parahkah mindset masyarakat kita, sehingga standar norma sosial saja diabaikan.

"Kejadian ini juga pelajaran berharga bagi masyarakat. Agar tidak percaya begitu saja terhadap hal yang menabrak norma sosial," tandas Murti Jasmani.

Dukun cabul berinisial Arf (40), warga Grujugan, memasukkan sebutir telur ke kemaluan korban. Perbuatan itu dilakukan pada korban yang mengeluh punya gangguan pada perutnya, yakni asam lambung.

Prosesi pengobatan itu dilakukan di sebuah hotel kawasan pantai Pasir Putih, Situbondo, dengan diantar suaminya. Namun si suami menunggu di kamar sebelahnya. Tak hanya itu. Si dukun juga menggagahi dan menyetubuhi korban.

Kendati, saat itu korban mengaku merasa seperti kena hipnotis. Di luar kesadaran. Korban mau saja melakukan apapun dan menuruti semua yang diperintahkan si dukun. Begitu sampai rumahnya di Bondowoso, korban baru menyadari jika telah mengalami pelecehan seksual. Korban lalu menceritakan semua kejadian yang dialami itu pada suami dan keluarganya. Korban lantas melaporkan ke Polres Situbondo.

(fat/fat)