Dukun Cabul Masukkan Telur ke Kemaluan Berpotensi Lolos dari Jerat Hukum?

Ghazali Dasuqi - detikNews
Sabtu, 01 Agu 2020 11:21 WIB
Pemerhati Korban Kekerasan Perempuan dan Anak Situbondo, dr Imam Hariyono
Pemerhati Perempuan dan Anak Situbondo (Foto: Ghazali Dasuqi/detikcom)
Situbondo -

Seorang dukun cabul berinisial AR, warga Bondowoso, dipolisikan pasiennya. Pria 40 tahun itu diduga melakukan tindakan asusila terhadap sang pasien. Tak hanya diminta telanjang dan disetubuhi saja. Pasien wanita 30 tahun itu juga diperlakukan tak senonoh oleh sang dukun, di dalam kamar hotel kawasan Pasir Putih Kecamatan Bungatan.

Dengan dalih pengobatan asam lambung yang diderita pasien, pelaku sempat memasukkan telur ke dalam kemaluan korban yang juga warga Bondowoso. Berikutnya, pelaku meminta korban agar mengeluarkan telur itu. Namun tangan pelaku juga ikut membantu. Kini kasus dukun cabul ini dalam penyelidikan polisi.

"Saya melihat, banyak faktor atau celah pelaku untuk bisa lolos dari jerat hukuman kasus ini. Makanya, nanti itu tergantung lawyernya," kata Pemerhati Korban Kekerasan Perempuan dan Anak Situbondo, dr Imam Hariyono kepada detikcom, Sabtu (1/8/2020).

Sebab, menurut dr Imam, dugaan perbuatan sang dukun cabul itu tidak bisa dilepaskan dari latar belakangnya. Di antaranya, kenapa suami-istri itu mempercayai adanya tindakan pengobatan alternatif si dukun. Apakah tindakan medis sudah tidak punya tempat, atau merasa frustasi karena selama ini tindakan medis dianggap gagal. Sehingga korban dan suaminya memilih jalur pengobatan alternatif.

"Padahal, dukunnya tidak pernah beriklan kepada siapapun, bahwa dia bisa mengobati. Artinya dengan kesadaran sendiri suami istri itu datang ke dukun untuk meminta pengobatan," papar dokter yang juga mantan Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (PPT-KKTPA) Situbondo itu.

Tonton video 'Cerita Ketua RT Soal Penangkapan Dukun Cabul di Depok'

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2