Brrrr... Suhu Minus 3 Derajat, Embun Upas Bekukan Gunung Semeru

Muhammad Aminudin - detikNews
Jumat, 31 Jul 2020 14:23 WIB
embun upas
Embun upas atau frost di dedaunan (Foto: Istimewa)
Lumajang -

Suhu udara di kawasan Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, menurun dratis. Suhu ekstrem hingga minus 3 derajat celcius memunculkan upas atau frost di wilayah Ranupani dan Cemorolawang.

Fenomena alam karena turunnya suhu udara ini mulai terjadi pada 26 Juli 2020. Frost biasa muncul pada pagi hari bersamaan datangnya embun.

"Upas atau frost sudah muncul mulai 26 Juli 2020 lalu. Kawasan Ranupani dilaporkan mengalami suhu ekstrem sampai 3 derajat celcius, sementara Cemorolawang minus 3 derajat," terang Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Sarif Hidayat kepada detikcom, Jumat (31/7/2020).

Menurut Sarif, upas bisa ditemui pada saat pagi hari. Daun-daun rerumputan yang tumbuh di kawasan Ranupani dan Cemorolawang semuanya tertutup upas.

embun upasembun upas (Foto: Istimewa)

"Munculnya pagi hari, karena suhu ekstrem," tuturnya.

Sarif menyebut, jika upas merupakan istilah masyarakat lokal, saat menemui gumpalan es di atas rerumputan maupun tanaman lain. Embun upas lebih tenar dengan nama frost atau embun beku.

"Embun upas merupakan istilah lokal. Karena masyarakat tak paham dengan kata frost sebutan dari embun yang membeku. Penyebab adanya embun upas, karena suhu udara yang menurun dari biasanya," sebutnya.

Penurunan suhu udara di kawasan Ranupani dan sekitarnya bukan hanya dirasakan pada malam hari saja. Melainkan pada siang hari, suhu udara mencapai 5 sampai 7 derajat celcius.

"Pada siang hari, suhu udara juga turun dari hari biasanya," terang Sarif.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru selaku pengelola tak bisa memprediksi sampai berapa lama kawasan tersebut akan tertutup frost atau upas.

"Sampai berapa lama, tentunya BMKG yang lebih paham, tetapi upas memang selalu muncul pada Juni hingga Agustus dimana mulai memasuki musim kemarau," tegas Sarif.

Dalam kesempatan itu, Sarif menuturkan, obyek wisata di kawasan taman nasional masih ditutup untuk kunjungan wisata sejak pandemi COVID-19. Baik itu wisata Gunung Bromo dan pendakian di Gunung Semeru.

"Kami masih tutup untuk kunjungan wisata ke Bromo maupun pendakian ke Gunung Semeru. Sebelum keluar kesepakatan Pemda di sekitar kawasan taman nasional," pungkas Sarif.

Tonton video 'Sudah Beberapa Hari Fenomena Embun Es Terjadi di Dataran Tinggi Dieng':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)