Oknum LSM Diduga Mabuk Saat Keroyok Dokter RSUD Blambangan Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 30 Jul 2020 17:21 WIB
Direktur RSUD Blambangan dr Indah Sri Lestari
Direktur RSUD Blambangan dr Indah Sri Lestari (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Pemeriksaan saksi atas pengeroyokan dokter jaga di RSUD Blambangan Banyuwangi mengungkap beberapa fakta. Oknum LSM yang menyerang Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit plat merah ini dalam kondisi mabuk dan tak menggunakan masker.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur RSUD Blambangan, dr. Indah Sri Lestari usai dipanggil sebagai saksi oleh penyidik Polresta Banyuwangi. Penyerangan dilakukan setelah adanya cekcok antara dokter K dengan oknum LSM.

Dokter jaga itu meminta para anggota LSM itu keluar dari IGD. Ini dilakukan lantaran gerombolan itu tidak menggunakan masker. Sementara, saat cekcok itu tercium bau alkohol yang diduga kuat sebelum datang ke IGD, gerombolan oknum LSM itu usai pesta miras.

"LSM ini meminta penjelasan ke dokter K, yang saat itu memeriksa pasien lain. Dari laporan, sempat diingatkan, karena mereka tidak memakai masker. Lo kok nggak pakai masker?," kata Indah menirukan ucapan korban kepada gerombolan LSM, Kamis (30/7/2020).

"Mereka nggak pakai masker, sehingga tercium bau alkohol. Akhirnya, dokter K mengatakan, lho kok bau alkohol, mohon bapak-bapak keluar," imbuhnya.

Saat momen inilah, kata dr Indah, tiba-tiba kelompok LSM ini melakukan tindak kekerasan dan mengeroyok dr K.

"Dokter K mengaku saat itu dirinya berusaha melindungi dirinya sendiri. Sehingga tidak tahu berapa orang yang mengeroyoknya," ungkap Indah.

Akibat kasus pengeroyokan ini, korban mengalami luka memar dan lecet di sejumlah bagian tubuhnya. "Secara medis mengalami luka memar dan lecet. Dokter K juga jatuh tersungkur. Bahkan baju hazmat yang dikenakannya sampai robek," sebutnya.

Menurut Indah, sesuai laporan yang diterimanya kejadian pengeroyokan tersebut bermula ketika ada seorang pasien yang datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Blambangan dengan keluhan muntah darah. Pasien ditemani keluarga bersama sejumlah oknum LSM.

Saat itu, kata dr. Indah, pasien tersebut ditangani oleh dr. Riyani. Hasil pemeriksaan, kondisi pasien dinyatakan baik sehingga tidak perlu rawat inap dan disarankan pulang.

"Jadi pasien sudah ditangani, sudah diberi resep, diberi penjelasan dan keluarga memahami. Setelah itu, dokter Riyani ke rawat inap karena ada pasien yang kesadarannya menurun," ungkapnya.

Saat ini, pihak RSUD Blambangan memberikan cuti kepada dr K untuk beristirahat dan memulihkan kesehatannya kembali. "Secara psikologis dan medis, kita istirahatkan dulu karena beliau masih ada kepentingan dimintai keterangan," ujarnya.

Pihaknya mendorong aparat penegak hukum agar segera menangkap pelaku pengeroyokan tersebut. "Kita sebagai pimpinan, tentu ingin melindungi karyawan saat memberi pelayanan kepada masyarakat. Untuk itu kita berharap pelaku bisa segera ditangkap," tutupnya.

Tonton video 'Petugas Dishub Dikeroyok Pengantar Jenazah di Bulukumba!':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)