Belum New Normal, Lamongan Simulasi Belajar Tatap Muka Saat Pandemi COVID-19

Eko Sudjarwo - detikNews
Selasa, 28 Jul 2020 17:22 WIB
Lamongan Simulasikan Belajar Tatap Muka di Masa Pandemi
Lamongan simulasi belajar tatap muka (Foto: Eko Sudjarwo/detikcom)
Lamongan -

Lamongan memang belum menerapkan new normal. Sejumlah persiapan pun dilakukan untuk menuju new normal. Salah satunya simulasi dan sosialisasi sekolah tangguh di sekolah-sekolah.

Ketua Gugus tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Lamongan Fadeli mengatakan, Lamongan memang belum menerapkan new normal. Sekolah di Lamongan pun belum menerapkan pembelajaran secara langsung.

"Saat ini pelaksanaan sekolah tatap muka ini masih dalam tahap simulasi, belum benar-benar masuk. Kalau nanti sudah ada lampu hijau dari Kemendikbud, kita bisa segera melaksanakan sekolah sesuai dengan protokol kesehatan di era new normal," kata Fadeli saat meninjau persiapan sekolah-sekolah di Lamongan menuju sekolah tangguh di SMPN 3 Lamongan, Selasa (28/7/2020).

Sebagai persiapan, lanjut Fadeli, dia berharap sekolah-sekolah menjadi sekolah tangguh semeru, sehingga dalam keadaan pandemi proses belajar mengajar tetap dapat dilaksanakan dengan baik. Terkait dengan sekolah-sekolah yang terkendala dalam hal pelaksanaan tatap muka serta kendala jaringan, Fadeli menegaskan, guru masih bisa melakukan pembelajaran melalui sistem guru kunjung.

"Kita jangan sampai kehilangan banyak momen serta waktu untuk mencerdaskan anak yang merupakan tunas bangsa, hal ini tentunya dimulai dari kualitas sekolah yang harus kita bangun dari awal, sehingga tidak tertinggal nantinya," tambahnya.

Simulasi dan sosialisasi sekolah tangguh dimulai dengan meninjau kesiapan sekolah. Simulasi dilakukan mulai dari penerapan protokol kesehatan yang ketat, pelaksanaan pemeriksaan suhu, rajin mencuci tangan menggunakan sabun di bawah air yang mengalir dan menjaga jarak.

"Saat simulasi ini sebagian siswa tatap muka, sebagian secara daring mengikuti pembelajaran di rumah dan tetap menggunakan masker, pembatasan waktu pembelajaran, ditiadakan jam istirahat, istirahat di kelas, dan aturan-aturan sejenis yang sesuai dengan protokol kesehatan," terangnya.

Menyikapi kendala ketersediaan akses internet saat pembelajaran secara daring, Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Adi Suwito menyarankan siswa agar menggunakan fasilitas internet yang tersedia di kantor desa saat proses belajar secara daring. Adi mengakui, proses belajar daring di Lamongan belum bisa berjalan dengan baik.

"Terus terang problem yang kita hadapi saat belajar daring ini internet dan tidak adanya hp. Untuk itu kami sarankan untuk menggunakan internet di kantor desa," kata Adi usai mengikuti peresmian Sekolah Tangguh di SMPN 3 Lamongan.

Bagi para siswa yang tidak memiliki HP android, lanjut Adi, masih bisa melakukan kegiatan belajar dengan sistem guru kunjung di mana para siswa akan dikunjungi oleh guru di rumah siswa masing-masing. "Kalau tidak bisa di rumah siswa, kita adakan pertemuan misalnya di rumah warga yang mempunyai fasilitas internet atau di kantor desa yang lokasinya bisa dijangkau oleh para siswa dan guru," jelasnya.

Sementara dalam peresmian sekolah tangguh tersebut juga dihadiri oleh Forkompinda dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Lamongan. Tampak pula Kapolres Lamongan AKBP Harun bersama Dandim 0812 Lamongan.

(fat/fat)