Ini Kata Pengelola Tol Jombang-Mojokerto Soal Viral Struk E-Toll Plus Bayar Tilang

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 27 Jul 2020 14:08 WIB
Beredar Hoaks Struk E Toll Plus Bayar Tilang di Tol Jombang-Mojokerto
Foto: Tangkapan Layar

Informasi kecepatan rata-rata tersebut, kata Dela, khusus bagi para pengguna jalan tol yang masuk dan keluar di ruas Tol Jombang-Mojokerto saja. Pengukuran kecepatan kendaraan tidak menggunakan speed gun maupun alat pengukur kecepatan lainnya. Melainkan hanya menggunakan rumus jarak tempuh dibagi waktu tempuh.

"Sitem kami di setiap gerbang tol merekam nomor seri kartu E-Toll saat masuk. Kemudian saat keluar terekam kembali sehingga diketahui waktu tempuhnya. Sistem kami menghitung kecepatan kendaraan menggunakan rumus saja, jarak tempuh dibagi waktu tempuh. Tidak pakai speed gun, makanya kami tuliskan kecepatan rata-rata pada struk pembayaran," jelasnya.

Sebelumnya, foto bukti pembayaran menggunakan E-Toll beredar luas di medsos beberapa hari terakhir. Baik melalui Facebook maupun Twitter. Pada foto struk tersebut, transaksi terjadi pada Selasa (21/7) pukul 13.01 WIB di gerbang tol (GT) Bandar, Tol Jombang-Mojokerto.

Yaitu mobil golongan I masuk melalui GT Jombang, lalu keluar di GT Bandar. Pada bukti pembayaran ini tertulis tarifnya Rp 17.500. Di bawahnya tertulis balance Rp 71.500. Kemudian tertulis pula 'Kecepatan rata-rata anda lebih dari 100 Km/Jam.

Namun bukan itu yang menjadi masalah. Tambahan tulisan di bagian bawah struk yang membuat heboh warganet. Yaitu kalimat yang ditulis dengan huruf warna merah.

"Tarif tol 17.500 plus Bayar Tilang 71.500 (Bayar di Exit Toll)," bunyi tulisan tambahan pada struk yang viral tersebut.

Tulisan tambahan ini mengesankan adanya denda tilang senilai Rp 71.500 pada struk E-Toll tersebut. Apalagi jika dikaitkan dengan adanya keterangan kecepatan rata-rata pengemudi yang disebut melebihi 100 Km/Jam. Sehingga seakan-akan pengemudi terkena denda tilang karena melanggar batas kecepatan.

Halaman

(fat/fat)