Usai Bantu Persalinan 2 Probable, 7 Nakes di Banyuwangi Karantina Mandiri

Ardian Fanani - detikNews
Sabtu, 25 Jul 2020 19:25 WIB
RSUD Blambangan banyuwangi
RSUD Blambangan (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Sebanyak 7 tenaga medis RSUD Blambangan Banyuwangi melakukan karantina mandiri setelah membantu persalinan dua orang probable COVID-19 (PDP). Selama 14 hari, mereka akan diisolasi setelah sebelumnya dilakukan rapid test.

Direktur RSUD Blambangan Banyuwangi Indah Sri Lestari membenarkan adanya 7 tenaga kesehatan yang dikarantina mandiri. Mereka baru saja membantu proses melahirkan 2 probable yang dirawat di rumah sakit setempat, Kamis (23/7).

"Mereka sudah kita rapid test. Dan saat ini mereka langsung melakukan karantina mandiri," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (25/7/2020).

Proses persalinan dua probable itu dilakukan secara sesar. Seluruh tim medis yang menangani persalinan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap sesuai protokol kesehatan. Meski begitu, tim medis tersebut langsung melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

"Jika ditemukan reaktif nanti akan kita swab," tambahnya.

Sementara untuk 2 probable yang melahirkan adalah ibu rumah tangga berusia 40 tahun dan usia 33 tahun. Saat ini, mereka menjalani rawat gabung di ruang isolasi RSUD Blambangan Banyuwangi bersama bayinya.

"Bayinya berada di ruang isolasi, namun dipisah dengan ibunya di ruang yang berbeda," tambahnya.

Indah menambahkan saat ini kedua probable ini sudah dilakukan uji swab dan masih menunggu hasilnya. Apabila nanti hasilnya positif, maka akan dilakukan tracing terhadap orang-orang yang kontak erat dengan kedua pasien itu.

"Termasuk kepada para tim medis yang menangani persalinannya," ujarnya.

Indah mengatakan saat ini kondisi kedua ibu dan bayinya tersebut sehat dan dalam penanganan perawatan medis. Sementara, terkait dengan adanya kemungkinan kondisi kesehatan bayi tertular oleh ibunya, Indah mengaku akan melakukan evaluasi lebih lanjut dengan berkoordinasi pada dokter anak di rumah sakit tersebut.

"Apakah kedua bayi itu perlu dilakukan rapid tes ataukah tidak, kita nanti masih melakukan koordinasi guna mengetahui kemungkinan adanya penularan dari ibu ke bayi. Pasalnya, dalam proses kelahiran itu dilakukan operasi sesar sehingga secara medis bayi keluar dengan steril," tambahnya.

Ditambahkan Indah, jika kondisi ibu dan bayi terus membaik, kemungkinan sudah bisa pulang pada hari Senin (27/7). Namun untuk hasil uji swab, kedua ibu tersebut menunggu hingga satu minggu ke depan terhitung saat dilakukan swab.

Tonton video 'Wanita Hamil 1 Jam Lalu Melahirkan, Kok Bisa? Ini Penjelasan Dokter':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)