Hari Pertama Operasi Patuh Semeru, Jumlah Teguran Naik Pelanggaran Turun

Hilda Meilisa - detikNews
Jumat, 24 Jul 2020 16:08 WIB
Operasi Patuh Semeru Hari Pertama
Apel hari pertama Operasi Patuh Semeru (Foto: Hilda Meilisa Rinanda/detikcom)
Surabaya -

Operasi Patuh Semeru 2020 oleh Polda Jawa Timur dimulai Kamis (23/7). Dalam operasi ini, tercatat jumlah teguran naik. Sedangkan jumlah pelanggaran justru menurun.

Dirlantas Polda Jatim Kombes Budi Indra Dermawan mengatakan dalam sehari pihaknya telah memberi teguran pada 1.261 pengendara. Jumlah ini naik 204% dibanding tahun 2019, yakni hanya 414 teguran.

"Untuk jumlah pelanggaran mengalami penurunan 47,44 persen, di hari pertama ada 4.032 pelanggaran. Sedangkan pada 2019 ada 7.671 pelanggar," kata Budi kepada detikcom di Surabaya, Jumat (24/7/2020).

Budi menyebut tak semua pelanggaran akan langsung ditilang. Karena pihaknya mengedepankan preemtiv dan preventif kepada masyarakat. Budi mengatakan upaya preemtiv dengan memberikan penyuluhan dan pemasangan spanduk pemberitahuan operasi. Sementara preventif dengan meningkatkan pengaturan dan penjagaan lalin hingga patroli.

"Ada 2.771 pengendara yang kita tilang, ini turun 61,82 persen dari tahun 2019 di mana sebanyak 7.257 pengendara yang kita tilang," imbuhnya.

Dalam operasi patuh semeru, ada tujuh prioritas pelanggaran. Namun, Budi menyebut jumlah pelanggaran ini rata-rata mengalami penurunan.

Misalnya saja untuk pengendara di bawah umur, Budi menyebut di hari pertama tercatat ada 318 pelanggar. Sementara di tahun lalu, ada 1.957 pelanggar. Hal ini mengalami penurunan sebesar 87%.

Untuk pengendara yang melawan arus, ada total 268. Ini mengalami penurunan dari 72,87 persen, di mana pada 2019 ada 988 pelanggaran melawan arus. Sementara pengendara yang menggunakan hp tercatat hanya ada 12, padahal di tahun sebelumnya ada 77 pengendara.

Selain itu, untuk pengendara yang tidak menggunakan helm, ada penurunan 42,97 persen. Di tahun ini ada 872 yang tak memakai helm, sementara pada 2019 ada 1.529 pengendara.

Pelanggaran lain seperti menggunakan safety belt mengalami penurunan 26,37%. Data tahun lalu ada 201 pelanggar, sedangkan di tahun ini ada 148 pelanggar yang tidak memakai sabuk pengaman.

Lalu, pelanggar batas kecepatan mengalami kenaikan 300%. Tercatat ada 13 kendaraan yang menggunakan kecepatan tinggi. Padahal di tahun lalu, hanya ada 4 kendaraan di hari pertama operasi yang melanggar. Terakhir, belum ada catatan pengendara dalam pengaruh alkohol.

(hil/fat)