Ortu Keluhkan Pulsa Belajar Daring, Dispendik Pasuruan Tak Bisa Bantu

Muhajir Arifin - detikNews
Jumat, 24 Jul 2020 14:09 WIB
ibu jaga warung sambil dampingi anak belajar daring
Ibu mendampingi anak yang belajar daring (Foto: Muhajir Arifin/File)
Pasuruan -

Wali murid mengeluhkan pengeluaran uang untuk membeli pulsa selama belajar daring di Kota Pasuruan. Dinas terkait mengaku tidak bisa membantu anggaran pulsa.

"Dana sekolah belum mencukupi untuk membantu hal tersebut. Sementara ini dana sekolah untuk melengkapi sarana-prasarana persiapan BTM (belajar tatap muka)," kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Pasuruan Endang Nurmiyati, Jumat (24/7/2020).

Menurut Endang, persiapan BTM meliputi sarana dan prasarana untuk protokol kesehatan. Seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer, masker, jarak bangku kelas, dan lainnya.

"Persiapan itu sudah dilakukan. Anggaran sekolah untuk itu. Jadi kalau sudah zona hijau, BTM bisa dilaksanakan sewaktu-waktu," terangnya.

Sejak Maret sekolah-sekolah di Pasuruan menerapkan sistem belajar daring. Sekolah-sekolah mengirimkan link modul pelajaran ke wali murid, atau meminta wali murid mengambil modul hard copy ke sekolah.

Restu Ervalia (37) perempuan asal Gadingrejo, Kota Pasuruan yang setiap hari menjaga warungnya sambil mendampingi anaknya belajar daring mengaku keberatan dengan pengeluaran pulsa. Setiap minggu ia merogoh kocek Rp 54 ribu untuk dua kali pembelian data. Sebulan ia habiskan Rp 216 ribu khusus untuk belajar daring.

"Bagi saya ya besar itu," katanya.

Ia mengaku beruntung masih memiliki gawai yang memadai untuk belajar daring serta membeli data. Menurut dia, beberapa wali murid harus nebeng karena tidak sanggup beli data.

"Ada yang HP-nya nggak bisa untuk buka, ada yang nggak bisa beli pulsa. Ya nunut (nebeng)," ungkapnya.

(iwd/iwd)