Pasar Keputran Libur Sepekan, Pedagang Beralih Kulakan di Wonokromo hingga Porong

Esti Widiyana - detikNews
Jumat, 24 Jul 2020 13:58 WIB
pedagang pasar keputran beralih kulakan di pasar porong dan wonokromo
Pasar Keputran diliburkan pedagang kulak sayur di Porong dan Wonokromo (Foto: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Pasar Keputran terpaksa diliburkan setelah 37 orang terkonfirmasi positif COVID-19. Pasar pusat perkulakan sayur ini diliburkan mulai Selasa (21/7/2020) hingga Senin (27/7/2020). Ke mana para pelanggan sayur ini kulakan sayur jika Pasar Keputran diliburkan?

Salah satu pelanggan, Ny Djamilah mengaku selama Pasar Keputran diliburkan, dirinya beralih kulakan di Pasar Krian atau Pasar Porong. Tentu saja ada perbedaan kualitas dan harga di dua pasar tersebut.

"Beda, harganya dan kualitasnya, lebih bagus di Keputran. Kalau wortel bagus di Keputran, kalau di Porong itu masih ada kotoran. Jadi dari rumah harus dibersihkan lagi. Kalau dari Keputran barang-barangnya langsung siap dijual," kata wanita yang berjualan di Pasar sepanjang kepada detikcom, Jumat (24/7/2020).

Dirinya mengaku sempat kebingungan untuk kulakan bila Pasar Keputran diliburkan. "Ya sempat bingung kulakannya nanti kemana, kan belum biasa. Kalau Keputran kan malam habis dari Keputran langsung dijual, kalau ini pulang dari Porong dibawa ke rumah sampe rumah berangkat jam 01.00 malam bawa ke pasar. Kan kerja dua kali," jelasnya.

Hal senada diungkapkan Romadhon warga Sidoarjo. Pria yang bertahun-tahun kulakan di Pasar Keputran ini menyayangkan Pasar Keputran diliburkan karena banyak yang terpapar COVID-19.

"Harganya lebih murah kalau di Pasar Keputran, barangnya (sayur) juga lebih bagus, lebih seger. Jadi langsung siap dijual. Tapi ya mau gimana lagi pemerintah yang menutup. Saya sih endak (takut terpapar COVID-19), pokoknya merasa badannya sehat nggak ada was-was, Alhamdulillah sehat semua nggak ada perasaan corona," ujarnya.

Namun dia berharap, Pasar Keputran selama diliburkan bisa lebih bersih dan tertata. "Iya ditata lagi supaya lebih bersih nantinya, sampah-sampahnya. Keputran kan campur," tambah dia.

Sementara Siti Rohani pedagang sayur di Medokan Ayu Rungkut mengaku khawatir saat Pasar Keputran diketahui banyak yang terpapar COVID-19. Saat Pasar Keputran diliburkan. kini dia beralih ke Pasar Wonokromo.

"Takut sih soale kan tiap hari bener-bener transaksi jual beli tatap muka, jadi ya ketir-ketir. Tidak tahu kan orang yang jualan positif apa nggak. Kalau kulakan di sana (Pasar Keputran) bedanya sih di harga ya, pasti lebih mahal di Wonokromo. Karena tau kalo Keputran ditutup, jadi harganya bener-bener dinaikkan," pungkasnya.

Tonton video 'Operasi Pasar, Kapolda Gorontalo Geram Banyak Warga Tak Bermasker':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)