Ibu di Pasuruan Ini Jaga Warung Sambil Dampingi Anak Belajar Daring

Muhajir Arifin - detikNews
Kamis, 23 Jul 2020 14:43 WIB
ibu jaga warung sambil dampingi anak belajar daring
Restu menemani anaknya belajar daring sambil menjaga warung (Foto: Muhajir Arifin)
Pasuruan -

Sistem belajar daring selama pandemi virus Corona menuntut wali murid meluangkan banyak waktu untuk mendampingi anaknya. Banyak wali murid yang harus membagi waktu antara bekerja dan menemani anaknya belajar.

Seperti yang dilakukan Restu Ervalia (37), perempuan asal Gadingrejo, Kota Pasuruan ini. Sebagai ibu rumah tangga Restu harus bekerja membantu suami mencari nafkah dan sekaligus menemani anaknya belajar daring.

Setiap hari Restu harus menjaga warungnya yang terletak di Kelurahan Bangilan, Kecamatan Purworejo. Di sela kesibukannya melayani pembeli, ia dengan telaten mendampingi anaknya, Quanesa Azalea (9), yang duduk di bangku kelas 3 SDN Bangilan, belajar.

"Sudah 4 bulan seperti ini. Kalau nggak didampingi susah, kan anak-anak maunya bermain terus," kata Restu saat berbincang dengan detikcom di warungnya, Kamis (23/7/2020).

ibu jaga warung sambil dampingi anak belajar daringIbu jaga warung sambil dampingi anak belajar daring (Foto: Muhajir Arifin)

Riris, sapaannya, mengatakan setiap hari anaknya menerima kiriman link modul pelajaran dari sekolah. Modul pelajaran itu berisi soal-soal yang harus dikerjakan siswa.

"Setiap hari satu mata pelajaran. Saya buka link, kemudian dia yang mengerjakan. Saya juga membantu sebisa saya memberikan pemahaman soal-soal," terang Riris.

Selain mendampingi anaknya yang duduk di kelas 3 belajar di warung, ia juga terus memantau anak pertamanya selama belajar di rumah.

"Anak saya yang besar sudah kelas 6. Jadi hanya sesekali dia saya pantau. Anak yang kedua ini kelas 3, harus terus didampingi belajarnya. Anak yang ketiga belum sekolah, kadang sama suami, kadang ikut main di warung saat ayahnya kerja," terangnya.

Quanesa Azalea, tampak menikmati kegiatan belajar daring meski dilakukan di warung. Aza, sarapannya, mengaku mampu mengerjakan soal-soal. "Bisa (mengerjakan)," ujarnya.

Sejak Maret sekolah-sekolah di Pasuruan menerapkan sistem belajar daring. Sekolah-sekolah mengirimkan link modul pelajaran ke wali murid, atau meminta wali murid mengambil modul hard copy ke sekolah.

(iwd/iwd)