Heboh Jajanan Klepon Tidak Islami, Bagaimana Dampak Penjualan di Pasuruan?

Muhajir Arifin - detikNews
Rabu, 22 Jul 2020 15:06 WIB
Klepon Disebut Jajanan Tak Islami, Pedagang: Apakah Dia Telanjang?
Klepon dari Gempol, Pasuruan (Muhajir Arifin/detikcom)
Pasuruan -

Heboh jajanan klepon tidak islami ramai di media sosial. Bagaimana dampak penjualan klepon pedagang di Gempol, Pasuruan.

"Kalau pengaruh ke penjualan belum ada. Yang berdampak itu yang pandemi COVID-19 ini terasa. Kalau isu itu belum ada dampaknya," kata Siti Maulidya (50), pemilik toko Rapi Klepon, Jalan Raya Pandeanrejo, Lekok, Gempol, Pasuruan, Rabu (22/7/2020).

Ketua UMKM Kecamatan Gempol ini mengatakan para pedagang juga tidak terpengaruh oleh isu tersebut. Mereka memilih diam.

"Pedagang memilih diam, jualan seperti biasa," ungkap perempuan yang sudah 20 tahun jualan klepon ini.

Meski demikian, para pedagang ada yang menunggu dampak viralnya isu tersebut beberapa hari ke depan.

"Masih beberapa hari kan viralnya. Mungkin kita lihat beberapa hari ke depanlah. Ada atau tidak dampak," pungkas ibu dua anak ini.

Sementara itu, Elsa, seorang pembeli, mengaku belum mengetahui isu viral tersebut. Meski tahu, ia tidak peduli. "Klepon itu enak," katanya singkat.

Dalam sebuah unggahan foto yang dibagikan oleh pengguna Twitter @Irenecutemom (21/07) jajanan klepon tidak islami.

Foto dalam unggahan itu bertulisan "Kue klepon tidak Islami. Yuk tinggalkan jajanan yang tidak Islami dengan cara memberi jajanan Islami. Aneka kurma yang tersedia di toko Syariah kami". Belum jelas sumber gambar tersebut, tetapi dalam foto tertulis 'Abu Ikhwan Aziz'.

(fat/fat)