Fakta Viralnya Video Pemakaman Pasien COVID-19 di Blitar Tanpa APD Layak

Erliana Riady - detikNews
Selasa, 21 Jul 2020 17:46 WIB
viral pemakaman pasien covid tanpa apd layak
Kamulyan yang membantu menguruk makam pasien COVID-19 (Foto: Istimewa)
Blitar -

Video pemakaman pasien positif Corona tanpa APD standar viral di aplikasi percakapan. Apa yang terjadi sebenarnya?

Eki, salah satu warga yang ikut menguruk tanah liang lahat mengaku takut saat itu. Namun dia merasa kasihan melihat makam jika dibiarkan terbuka.

Berita sebelumnya, Eki Budi Prayitno adalah orang yang mengambil video pemakaman pasien positif Corona tanpa APD standar tersebut. Namun dari keterangan selanjutnya, Eki mengaku bahwa yang mengambil video adalah suami bidan di Kelurahan Satreyan yang berprofesi sebagai dokter.

Sementara Eki merupakan satu di antara enam orang yang tangan dan kakinya dibungkus tas plastik untuk menggali dan menguruk makam pasien positif Corona. Eki dan lima temannya tergabung dalam komunitas Kamulyan. Atau kawula muda lingkungan Satreyan, Kecamatan Kanigoro. Mereka tinggal di RT 2 RW 3, bertetangga dengan pasien positif Corona, pria yang meninggal pada Minggu (19/7) siang.

Setelah video itu viral, detikcom mengkonfirmasi kepada Camat Kanigoro Darmadi. Darmadi menyatakan benar jika pada hari itu memang ada warganya dari Satreyan meninggal dengan status positif terinfeksi Corona.

"Tapi sejak proses awal sampai akhir pemakaman semua dilakukan petugas dari rumah sakit swasta dan puskesmas. Semua pakai APD lengkap. Sama sekali tidak melibatkan warga saat pemakaman," jawab Darmadi dihubungi detikcom, Selasa (21/7/2020).

Namun saat ditanya gambar dalam video yang viral itu, Darmadi malah mengaku tidak tahu pasti. Karena saat video itu diambil, dia tidak berada di lokasi.

"Saya malah gak tahu, karena tidak di situ. Mungkin warga sekitar hanya merapikan gundukan tanah makamnya, setelah petugas meninggalkan makam," imbuhnya.Keterangan Camat Kanigoro ini dibantah Eki. Eki mengaku pada Minggu (19/7) sejak pukul 12.00 WIB, Kamulyan mendapatkan informasi dari Lurah Satreyan untuk menggali makam bagi jenazah positif Corona.

Tonton video 'Kasus Positif di RI 89.869, Ini 8 Provinsi Prioritas Penanganan COVID-19':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2