Viral Video Pemakaman Pasien COVID-19 di Blitar Tanpa APD Layak

Erliana Riady - detikNews
Selasa, 21 Jul 2020 14:26 WIB
viral pemakaman pasien covid tanpa apd layak
Video pemakaman pasien COVID yang viral (Foto: Tangkapan layar)
Blitar -

Dua video pemakaman pasien positif Corona viral di aplikasi percakapan. Video itu menggambarkan situasi pemakaman pasien positif Corona namun tidak memakai APD standar.

Video pertama berdurasi 21 detik yang menunjukkan ada 6 orang berjalan beriringan di sekitar lahan pemakaman. Enam pria ini hanya dibungkus plastik tangan dan kakinya. Pria yang berjalan paling depan tampak menyemprotkan cairan di sekeliling areal pemakaman. Di sisi kiri mereka, tampak dua petugas memakai APD lengkap tampak berdiri dan berjalan bolak-balik.

Video kedua berdurasi 15 detik, menggambarkan lima pria tadi mencangkul tanah dan diletakkan di atas makam. Warga sekitar mengabadikan momen ini menggunakan HP-nya. Pengambil video adalah Eki Budi Prayitno yang mengucapkan "Ya Allah kompak luar biasa. Pacule do disemproti...nggih pun".

Dihubungi detikcom, Eki mengakui jika dia yang mengambil gambar itu. Lokasinya di TPU Desa Satrean Kecamatan Kanigoro pada Minggu (19/7) sore.

"Warga yang menggali liang kuburnya. Setelah jenazah diangkat dari ambulans dan dimasukkan liang kubur, petugas yang ber-APD meninggalkannya begitu saja. Mereka hanya bilang, aman wes pokok tangan sama kakinya diplastik rapat," jawab Eki di aplikasi percakapan dengan detikcom, Selasa (21/7/2020).

Gugus tugas COVID-19 Kabupaten Blitar pada hari itu juga merilis ada pasien positif Corona yang meninggal. Pasien itu merupakan warga Satreyan Kecamatan Kanigoro. Detikcom kemudian mengkonfirmasi prosedur pemakaman pasien positif Corona kepada gugus tugas COVID-19.

"Mosok to, mosok to bener kui? (masa sih, masak seperti itu?). Laporan bagus ini. Akan segera kami tindak lanjuti," jawab Jubir Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti.

Menurut Krisna, sebetulnya protap pemakaman jenazah yang terpapar Corona wajib dilakukan petugas dengan memakai APD lengkap. Petugas itu bisa berasal dari rumah sakit di mana pasien dirawat, atau petugas puskesmas tempat pasien akan dimakamkan.

"Namun pada praktiknya, kadang memang pihak perintah desa tempat pemakaman juga memberikan bantuan. Hanya saja, hal ini dilakukan dalam suasana protokol kesehatan alias mengenakan APD lengkap," tandas Krisna.

Tonton video 'Gugus Tugas Corona Jadi Satgas, Bedanya Apa?':

(iwd/iwd)