Survei Sebut Surabaya Remehkan Corona, Pakar: Karena Pengetahuannya Rendah

Amir Baihaqi - detikNews
Senin, 20 Jul 2020 19:06 WIB
Poster
Ilustrasi Corona (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Surabaya -

Pakar kesehatan masyarakat Unair setuju dengan hasil survei yang dilakukan LaporCovid-19.org dan Social Resilience Lab Nanyang Technological University (NTU). Dalam survei itu, diketahui 59 persen percaya kecil kemungkinan kena virus Corona. Sedangkan 40 persen lainnya percaya COVID-19 tak akan menular di tempat ibadah.

"Iya saya baca survei itu. Jadi memang persepsi risiko orang sini (Warga Surabaya) memang rendah. Tapi masih lebih tinggi dari DKI Jakarta. Itu lebih parah lagi. Tapi sama-sama jelek. Kan kalau skalanya 1 sampai 5 kalau tidak salah. Di sini cuma 3 koma sekian jadi tengah-tengah. Jadi artinya sedang. Tapi termasuk rendah," ujar Pakar Kesehatan masyarakat Unair Dr dr Windhu Purnomo kepada detikcom, Senin (20/7/2020).

Menurut Windhu, rendahnya persepsi masyarakat Kota Pahlawan karena dipicu rendahnya pengetahuan soal COVID-19. Tak hanya itu, hal itu juga diperparah dengan informasi-informasi hoaks yang banyak bertebaran di media sosial.

"Orang itu kan punya persepsi risiko yang rendah begitu karena pengetahuannya yang rendah. Jadi kan gini, orang itu punya persepsi risiko yang tinggi karena bila pengetahuannya baik. Dan orang pengetahuannya baik kalau dia menerima informasi yang benar," terangnya.

"Nah sekarang itu orang ketika membaca apa saja terutama lewat medsos itu banyak beredar hoaks. Ada yang mengatakan COVID-19 ini buatan manusia, yang terori konspirasi macam-macam. Atau ini sengaja dibuat oleh tenaga kesehatan agar dapat duit itu kan banyak beredar," tambah Windhu.

Tonton video 'Dalam Seminggu Terakhir, Kasus Corona Banyak dari Perkantoran':