Kisah Polisi Ini Mengajar Anak-anak Dari Rumah ke Rumah karena Tak Ada Ponsel

Erliana Riady - detikNews
Senin, 20 Jul 2020 10:50 WIB
Belajar Daring Jadi Masalah, Polwan Blitar Ajari Siswa Kurang Mampu Dari Rumah ke Rumah
Belajar daring dari rumah ke rumah (Foto: Erliana Riady/detikcom)
Blitar -

Proses belajar daring kerap menimbulkan masalah baru. Terutama bagi siswa yang tidak punya gadget. Seorang Polwan di Polresta Blitar, berinisiatif pribadi mendatangi rumah beberapa siswa membantu mereka belajar mandiri.

Setiap Jumat pukul 13.00 WIB adalah waktu yang ditunggu Bripka Anisa Saraswati. Saat waktu istirahat selama satu jam itu, dimanfaatkan untuk mendatangi rumah beberapa siswa di RW 10 RT 2 Lingkungan Mbadut Kelurahan Tanggung, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar.

Seorang diri Anisa membantu mengerjakan tugas sekolah mereka. Atau kadang diselingi mengaji untuk siswa yang masih di level Iqro. Sambil berniat membantu belajar, Anisa juga membawakan masker, face shield sampai buku dan peralatan tulis mereka. Semua barang yang dibawanya, dibelanjakan dari uangnya sendiri.

"Kegiatan ini sudah sejak pandemi. Saya mulai, ketika saya melewati daerah sini kok banyak anak-anak berkeliaran di jalanan. Begitu saya tanya dan ajak mereka pulang, ternyata kondisi rumahnya memprihatinkan. Jadi ini mungkin yang bikin mereke berkeliaran di luar," tutur wanita berusia 35 tahun ini kepada detikcom, Senin (20/7/2020).

Melihat kondisi rumah mereka, jiwa sosial Anisa meronta. Karena ada yang rumahnya masih berlantai bata, ada yang tidak punya televisi dan banyak yang tidak punya HP. Anak-anak yang dijumpainya di lingkungan itu, kebanyakan bersekolah di lembaga pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI).

"Ketika saya tanya apa keinginan mereka, hampir semua menjawab ingin sekolah lagi. Karena suasana rumah tidak mendukung mereka betah berada di dalamnya. Akhirnya saya berkoordinasi dengan Ketua RW di sini untuk membantu mereka belajar di rumahnya masing-masing," beber ibu dengan tiga anak ini.

Dari situlah Anisa mulai mendatangi rumah anak-anak di Mbadut secara bergantian. Kadang, di satu rumah berkumpul tiga sampai lima anak yang rumahnya berdekatan. Walaupun hanya satu jam, namun terlihat jelas anak-anak bisa menikmati dengan bergembira.

Selanjutnya
Halaman
1 2