Ada Pusat Pelayanan, Pendidikan dan Riset Penyakit Menular di RSU Soetomo

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Sabtu, 18 Jul 2020 14:06 WIB
Jumlah pasien positif Corona di Jatim yang sembuh bertambah 241. Tambahan pasien yang sembuh hari ini lebih banyak dari tambahan kasus positif COVID-19.
Gubernur Khofifah/Foto file: Faiq Azmi
Surabaya -

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meresmikan Pusat Pelayanan Pendidikan dan Riset Penyakit Menular serta Mobile Molecular Laboratory RSU dr Soetomo Surabaya, Jumat (17/7). Pusat pelayanan ini didukung Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair).

Khofifah mengatakan, peresmian fasilitas ini menjadi salah satu jawaban atas arahan Presiden RI Joko Widodo di Gedung Negara Grahadi, saat melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur tanggal 25 Juni lalu.

Saat itu Presiden berpesan untuk memberikan layanan kesehatan khususnya COVID-19 berbasis ilmu pengetahuan dan data science serta melibatkan scientist. Pesan itu kembali diulang Presiden saat pengarahan kepada para Gubernur di Istana Bogor Rabu (15/7) lalu.

"Kehadiran Pusat Pelayanan, Pendidikan dan Riset Penyakit Menular ini sangat penting. Ini menjadi kuat karena di-support oleh FK Unair, dual system antara kekayaan keilmuan FK Unair serta kekayaan para ahli di RSDS," kata Khofifah seperti dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (18/7/2020).

Menurutnya, keberadaan Pusat Pelayanan, Pendidikan dan Riset Penyakit Menular ini menjadi bagian dari penguatan percepatan pelayanan COVID-19 di Jatim, serta penyakit menular lainnya, terutama di RSDS.

Khofifah memaparkan, sesuai Hospital Disaster Plan RSDS, ada empat fase penyiapan layanan COVID-19 di rumah sakit ini. Fase I atau Fase Adaptasi adalah fase darurat sambil membangun sarpras standar dengan tekanan negatif untuk mengatasi luapan pasien.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3